Solusi Jangka Pendek Harga Udang, Pemkot Rencanakan Bentuk Satgas Pengawas

benuanta.co.id, TARAKAN – Desakan dari petambak dan juga mahasiswa menyoal harga udang windu hingga kini masih belum menemui titik terang. Meski demonstrasi telah usai, namun pihak petambak maupun mahasiswa menuntut adanya komitmen dari pemerintah untuk harga udang yang tidak anjlok lagi.

Wali Kota Tarakan, dr Khairul turut hadir di tengah-tengah massa aksi didampingi Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan Kota Tarakan, Direktur Perumda Agrobisnis, serta Ketua DPRD Kota Tarakan.

Dalam kehadirannya pihak pemerintah menyampaikan solusi berupa harga udang yang pihak pemerintah tawarkan yakni untuk harga udang windu size 20 dipatok seharga Rp 95 ribu ditambah komisi Rp 40 ribu menjadi Rp 135 perkilogram. Namun angka ini dianggap masih jauh dari perhitungan petani tambak.

Baca Juga :  Perdana, 30 Wisudawan di Tarakan Menyandang Gelar Sarjana Lansia

Wali Kota Tarakan, Khairul menyampaikan perbedaan pendapat dari pemerintah dan petambak merupakan hal yang wajar saja. Namun karena ini adalah kondisi ekonomi masyarakat pihaknya akan mengupayakan hal ini dengan cara yang baik.

“Pasti ada solusinya, nanti kita sama-sama duduk dengan cold storage dengan Pemprov juga, dengan DPRD dan dinas terkait juga seperti permintaan mereka harga tidak bergejolak seperti roller coaster,” ucapnya, Rabu (2/11/2022).

Baca Juga :  Baznas Tarakan Siapkan 20 Outlet Pembayaran Zakat

Kendati demikian, kondisi dunia saat ini kurang baik. Ia juga menegaskan menyoal harga udang dunia sendiri ia sudah memerintahkan kepada DKUMP dan DPMPTSP untuk membuka marketing point.

“Marketing poin ini untuk melihat harga dunia ya, termasuk di Indonesia sendiri sehingga perwakilan petambak maupun mahasiswa juga dapat menyaksikan langsung perkembangan harga-harga ini. Mudah-mudahan dengan demikian bisa disampaikan kelompoknya masing-masing,” bebernya.

Menyoal keinginan petambak untuk membuat cold storage sendiri, pihaknya perlu membicarakan hal ini secara teknis dengan pihak terkait.

Baca Juga :  Dinkes Tarakan Imbau Warga Jaga Imunitas dan Terapkan PHBS di Musim Pancaroba

“Saya terimakasih juga dengan masyarakat untuk aspirasi ini,” sebutnya.

Khairul melanjutkan, pada akhir pekan nanti pihaknya akan mengundang beberapa pihak terkait untuk membahas persoalan pembentukan satgas pengawasan harga udang di Tarakan. Pembentukan Satgas ini rencananya akan dilakukan pada Sabtu malam yang bertempat di gedung DPRD Kota Tarakan.

“Lalu kita sama-sama bergerak supaya tidak ada kecurigaan, jadi mahasiswa terlibat, petambak terlibat. Situasi sekarang ya memang rawan adanya kecurigaan, tapi saya kira itu wajarlah,” tandasnya. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor : Nicky Saputra

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *