Wacana Nadiem Rekrut 600 Ribu Honorer Jadi P3K, BKPSDM: Kembali ke Keuangan Daerah

benuanta.co.id, TARAKAN – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim menegaskan akan ada target sebanyak 600 ribu guru honorer yang akan diangkat menjadi P3K. Jika terjadi hal ini akan menjadi catatan sejarah dengan jumlah rekruitmen terbesar di Indonesia.

Merespon hal tersebut Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tarakan, Bob Syahruddin mengaku sudah mendapatkan informasi mengenai hal tersebut. Namun ia mengembalikan lagi pada kemampuan daerah.

Baca Juga :  Pria Tanpa Identitas Ditemukan Meninggal di Depan Ruko Slamet Riyadi

“Tunjangannya yang dibayarkan oleh daerah, tunjangan pelengkapnya itu. Tapi ini kemauan pusat kita lihat lagi nanti,” ujarnya saat ditemui, Jumat (28/10/2022).

Hal ini tentu akan menyulitkan jika tenaga guru honorer diangkat keseluruhan menjadi P3K. Ia khawatir jika akan terjadi kecemburuan sosial dengan OPD lainnya. Mengingat saat ini jumlah honorer se Indonesia 2.200.000.

“Sementara ASN ada 4jutaan, itu saja APBN sudah terseok-seok. Kita berharap semuanya memang bisa diangkat, tapi kembali ke keuangan kita mampu tidak membayarnya,” bebernya.

Baca Juga :  Pembeli Enggan Berbelanja, Pedagang Keluhkan Banjir di Pasar Gusher

Bob mengatakan bahwa bidang guru memang menjadi prioritas di Tarakan, disusul dengan bidang kesehatan. Kebutuhan inipun tidak langsung diangkat menjadi P3K begitu saja, haruslah melalui mekanisme tertentu seperti passing grade.

“Sebenarnya yang dibutuhkan itu pelayanan dasar, itu ada 6 tapi yang prioritas itu guru dan kesehatan,” sebutnya.

Pada November mendatang telah ada sebanyak 66 calon P3K yang lolos dari 600 total guru honorer di Tarakan. 66 orang ini terdiri dari 56 untuk tenaga guru dan 10 untuk tenaga kesehatan.

Baca Juga :  Jelang Imlek, Polisi Cek Kesiapan Pengamanan di Tempat Ibadah

Bob melanjutkan terdapat indikator dari lolosnya ke 56 jumlah guru honorer tersebut seperti nama guru harus terdaftar di dapodik. Setelahnya data mereka akan diseleksi pada sistem SSCASN guna mensortir berkas-berkas. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Matthew Gregori Nusa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *