Dokter RSUD Nunukan Sebut Pemberian Obat Sirop Epilepsi Dengan Pengawasan

benuanta.co.id, NUNUKAN – Pemerintah menghentikan sementara penggunaan obat dalam bentuk sirop atau obat cair, untuk mencegah hal yang tidak diinginkan seperti kasus gagal ginjal akut pada anak, sebelum hasil penelitian terbit.

Dokter spesialis poli anak RSUD Nunukan, dr. Sholeh mengatakan, fasilitas kesehatan (Faskes) saat ini banyak dikunjungi masyarakat seperti di pelayanan puskesmas hingga RSUD Nunukan banyak di kunjungi oleh pasien anak-anak, hal ini karena adanya kepanikan dari orang tua, ditambah lagi dengan musim hujan sehingga penyakit demam, batuk, flu bermunculan.

Baca Juga :  Deteksi Dini Gangguan Trantib, Satpol PP Nunukan Susun Peta Rawan Berbasis Data

Sedangkan gejala gagal ginjal akut adalah demam, batuk dan flu, sehingga bagi faskes jika menemukan gejala penyakit tersebut segera di laporkan ke RSUD sehingga dapat segera dilacak penyakit itu.

“Penandanya demam, batuk dan flu, jika tidak fokus ditangani ternyata sudah kekurangan kencing, warnanya berbeda, itu sudah ada tanda ke sana kasus gagal ginjal akut,” kata dr. Sholeh, Senin (24/10/2022).

Baca Juga :  Konsulat RI-Tawau Fasilitasi Dokumen Paspor bagi 870 PMI di Malaysia

Salah satu pemicu gagal ginjal akut secara misterius itu adalah dari mencampur obat sirop. Sebenarnya bukan obatnya, tapi pencampurannya yang memilik kandungan Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG).

“Pemerintah mengambil langkah cepat, agar tidak terjadi gagal ginjal akut pada anak. Sehingga dilakukan memberhentikan pemberian obat jenis sirop,” ujarnya.

Lanjutnya, sedangkan pasien anak yang masih membutuhkan racikan-racikan atau obar sirop. RSUD Nunukan melakukan peracikan sendiri sesuai dengan standardisasi kedokteran anak Indonesia, dengan menggunakan dosis sesuai dengan berat badan dan resep harus benar-benar dari dokter anak.

Baca Juga :  Pastikan Kesiapsiagaan Bencana Kebakaran, Damkar Nunukan Cek Apar di Kampung Nelayan 

Ada sirop yang tidak bisa ditunda untuk diberikan karena tidak ada bentuk kapsul, hanya bentuk sirop. Seperti obat epilepsi tapi ini dalam bentuk pengawasan.

“Di Nunukan epilepsi ini banyak kita pantau, jadi setiap bulan rutin melakukan pemeriksaan,” jelasnya.(*)

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *