benuanta.co.id, TARAKAN – Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, dosen Fakultas Hukum Universitas Borneo Tarakan memberikan edukasi salah satunya kepada insan pers di Kota Tarakan.
Edukasi ini disampaikan menyoal peran kedudukan Pancasila sebagai sumber hukum yang tentu menjadi sangat penting untuk kaum jurnalis. Bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tarakan, Yasser Arafat memaparkan perihal peran pancasila dalam hukum di Indonesia
“Dipahami saat ini pers bagian dari tonggak demokrasi di negara kita. Salah satu pilar demokrasi di Indonesia adalah pers yang memainkan kontrol sosial. Dalam menjalankan peran kontrol sosial, pers dituntut kritis terhadap regulasi maupun kebijakan yang dikeluarkan pemerintah,” jelas Yasser.
Diungkapkannya Pancasila dapat dijadikan acuan untuk menulis pemberitaan contohnya kritik terhadap kebijakan. Menurutnya, pancasila memiliki nilai-nilai yang sah dalam pandangan hukum.
“Dengan adanya penyuluhan hukum ini kepada PWI Tarakan, diharapkan memiliki modal ketika mengkritisi satu kebijakan, satu regulasi,“ sebut dia.
Yasser mengungkapkan salah satunya dengan membuat kajian mendalam mengenai Pancasila dan kemudian membuat indikator permasalahan yang bertentangan pada poin kelima sila Pancasila.
“Misalnya karena ada diskriminasi agama, kalau indikator itu dilanggar maka bisa dikatakan bertentangan dengan nilai pancasila,” ungkap dia.
Tak hanya itu, sebagai akademisi ia juga memiliki kewajiban untuk menilai dan bersuara terkait hal yang keliru dalam suatu kebijakan pemerintah. Terutama pada ranah hukum. Ia juga mengimbau agar insan pers dapat mengkritik dengan cara yang tepat melalui Pancasila.
“Pancasila sebagai batu ujinya, sebagai paradigma dalam mengkritisi pemerintah,” tandasnya.(*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Ramli







