Waspada Penyakit Gagal Ginjal Akut, Polres Malinau Datangi Apotek Cek Penjualan Obat Sirup

benuanta.co.id, MALINAU – Terkait adanya fenomena gagal ginjal akut yang dialami sejumlah anak di Indonesia, Kepolisian Resor (Polres) Malinau melalui patroli Sat Samapta mendatangi sejumlah apotek menyusul larangan yang disampaikan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) terkait penjualan ataupun resep obat sirup kepada masyarakat.

diketahui, Surat Edaran (SE) itu dikeluarkan oleh Kemenkes RI lantaran adanya temuan kasus gangguan gagal ginjal akut (Acute Kidney Injury) atau AKI pada anak di sejumlah wilayah di Indonesia.

Saat dikonfirmasi Kapolres Malinau AKBP Andreas Deddy Wijaya, S.I.K., melalui Kasat Samapta Polres Malinau IPDA Isak Pangala, S.E., mengatakan bahwa pada pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan personelnya ini ialah untuk memberi himbauan kepada pihak apotek agar untuk sementara waktu tidak menjual obat-obatan dalam bentuk sirup kepada masyarakat.

Baca Juga :  Tindaklanjuti Keluhan Sopir Truk, Kapolres Malinau Datangi SPBU di Malinau Seberang

“Sejumlah apotek yang berada di Malinau kami datangi. Kami dari Kepolisian secara proaktif terkait dengan informasi yang sedang beredar saat ini yaitu gagal ginjal akut yang dialami oleh anak-anak dengan melakukan pencegahan seperti memberikan himbauan-himbauan kepada petugas disejumlah apotek di Malinau agar sementara tidak menjual obat dalam bentuk sirup kepada masyarakat,” kata Isak, Jumat, 21 Oktober 2022.

Isak menambahkan, penghentian sementara penjualan obat sirup akan terus dilakukan hingga adanya keterangan resmi dari Pemerintah, terkait penjualan obat sirup.

“Untuk waktunya kita belum tahu akan sampai kapan. Intinya selama Pemerintah belum mengeluarkan kebijakan resmi, maka peredaran obat sirup akan terus kita larang,” ujarnya.

Tak hanya itu Isak juga menerangkan saat ini, Polres Malinau bersama beberapa instansi juga akan melakukan sosialisasi lanjutan terkait Surat Edaran Kementerian Kesehatan Nomor SR.01.05/III/3461/2022.

Baca Juga :  Lestarikan Budaya, Rayakan Ulang Tahun dengan Baju Adat Tidung

“Kepada masyarakat Kabupaten Malinau, kami juga mengajak agar memberikan informasi kepada Polres Malinau apabila menemui dugaan kasus gagal ginjal akut pada anak, ke depan kami bersama instansi terkait akan turun bersama untuk memberikan edukasi baik di apotek maupun masyarakat terkait penyakit ini,” terangnya.

Agar tidak menimbulkan keresahan yang berlebihan dari masyarakat, Isak pun menghimbau kepada masyarakat untuk tidak panik menyikapi kasus gangguan ginjal akut pada anak ini dan meminta kepada orang tua untuk tetap tenang dan mengikuti setiap himbauan yang diberikan Pemerintah.

“Semua masih dalam kontrol pihak berwenang jadi masyarakat tidak perlu panik dan jangan pernah membeli obat sirup,” himbaunya.(*)

berikut ini daftar obat yang telah ditarik peredaranya oleh BPOM :

Baca Juga :  Polres Malinau Kembali Temukan Anak Kabur dari Rumah

1. Termorex Sirup (obat demam), produksi PT Konimex dengan nomor izin edar DBL7813003537A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml.

2. Flurin DMP Sirup (obat batuk dan flu), produksi PT Yarindo Farmatama dengan nomor izin edar DTL0332708637A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml.

3. Unibebi Cough Sirup (obat batuk dan flu), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DTL7226303037A1, kemasan Dus, Botol Plastik @60 ml.

4. Unibebi Demam Sirup (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL8726301237A1, kemasan Dus, Botol @60 ml.

5. Unibebi Demam Drops (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL1926303336A1, kemasan Dus, Botol @15 ml.

Reporter: Osarade

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *