benuanta.co.id, TARAKAN – Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 mendatang Komisi Pemilihan Umum (KPU) pasang target untuk hak suara partisipasi pemilih untuk warga Kota Tarakan bisa mencapai 77,5 Persen.
Komisioner KPU Kaltara Divisi Sosilisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Hariyadi Hamid mengatakan target 77,5 persen akui dari capaian data diprediksi bakal naik.
“Kita berharapnya diangka 80 persen. Target secara nasional memang masih ditetapkan untuk tingkat partisipasi pemilih 77,5 persen. Kalau kita berkaca dari pada hasil pemilu di 2019 untuk Kaltara kita bisa menyentuh 77,5 persen tapi 2024 kami target paling tidak diangka 80 persen tapi itu masih ambisi kami ya mudah-mudahan bisa terwujudlah,” ucap Hariyadi Hamid kepada benuanta.co.id, Rabu (19/10/2022).
Diungkapkannya kendala setiap kali menyambut Pemilu maupun Pilkada, KPU Kaltara selalu menemukan daftar pemilih tetap (DPT) di Kabupaten Kota belum akurat.
“Ada problematika kendala yang saya lihat di Kaltara data pemilih tetap kita itu masih belum bersih. Maksudnya begini DPT kita itu masih tercampur misalnya ada warga luar kota yang datang di Kaltara hanya ambil KTP bekerjanya di Malaysia. Orang-orang seperti ini yang masuk di data kita itu sangat jarang datang ke pemilihan,” tuturnya.
Faktor kedua ia menjelaskan ada beberapa pegawai bekerja di perusahaan sawit Kabupaten Bulungan, Nunukan, Malinau lalu pihak desa memasukkan data pribadi mereka untuk buat Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai penduduk desa tersebut.
“Tapi setelah mendapat KTP warga desa tersebut berhenti kerja itu tentunya harusnya kembali ke daerah asalnya tanpa mengurus kembali perpindahan KTP-nya sebelumnya kejadian itu sering kami temukan,” ungkapnya.
Contoh lainnya, Ia mengungkapkan waktu Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di beberapa kabupaten Provinsi Kalimantan Utara ketika kondisi cuaca lagi hujan banyak masyarakat tidak mau menggunakan hak pilih.
“Lalu akses tempat TPS-nya sulit hal ini biasanya masyarakat tidak mau datang memilih kebanyakan begitu, kita takutkan kalau pemilu mendatang kejadiannya serupa, makannya itu target nasional diangka 77,5 persen tapi kalau target individu di Provinsi Kaltara bisa diangka 80 persen ada peningkatan di pemilihan 2019 lalu,” pungkasnya.(*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Ramli







