benuanta.co.id, TARAKAN – Demonstrasi perdana petambak dan mahasiswa menyoal harga udang windu yang tidak stabil telah usai. Meski Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dan pemerintah Kota Tarakan tampak tak hadir, pihak demonstran memilih mengakhiri demo tersebut.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kaltara, Nurhasan mengatakan dalam hal ini pihaknya mengajak seluruh petambak bukan hanya Tarakan namun Kaltara untuk dapat bersatu menyuarakan anjloknya harga udang sejak 2019 lalu.
“Bukan baru kali ini, harga udang ini sudah sejak 2019 selalu ada penurunan-penurunan,” katanya saat ditemui usai demo, Selasa (18/10/2022).
Ia mengharapkan, tak hanya pemerintah namun pihak cold storage juga hadir memberikan klarifikasi menyoal harga tersebut. Nurhasan menyebut bahwa harga udang yang kian menurun ini seperti permainan.
“Karena di tempat lain itu harga lebih mahal, kami lebih rendah dibeli. Kami sudah ada pertemuan 4 kali dengan pemerintah, ya kami minta harga tolong distabilkan seperti harga normal,” bebernya.
Lebih jauh ia menegaskan, di wilayah lain harga udang mencapai Rp 180 ribu pada size 20. Namun kenyataannya di wilayah Kaltara sendiri hanya dihargai sebesar Rp 145 ribu. Hal inilah yang membuat pihak petambak bingung ada apa dengan harga udang di Kaltara.
“Kalau memang turun kami paham, tapi di daerah lain tidak. Jadi pengusaha jangan mengambil untung dari petambak saja, untuk pemerintah ikut andil dalam segi kebijakan bukan dari harga, baik dari Wali Kota maupun Gubernur,” jelasnya.
Pada beberapa waktu lalu pihaknya juga telah melakukan dialog dengan pihak pemerintah Kota Tarakan namun harga yang didapat malah diturunkan sebesar Rp 15 ribu. Dalam waktu dekat dikatakan Nurhasan pihaknya akan menemui Gubernur untuk membicarakan hak dari petambak udang.
“Harga naik itu menurut tabel udang, tapi dari keseluruhan harga itu turun sekitar Rp 15 ribu. Setiap kali ke pemerintah khususnya ke Walikota itu harga turun, macam dipermainkan,” ucapnya.
“Akan ada aksi lanjutan, kami selalu siap dan setelah ini kami akan menghadap bapak Gubernur untuk pertemuan dialog, kalau tidak kami akan aksi besar-besaran,” tandasnya. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Matthew Gregori Nusa







