Menggerakan Perekonomian, Warga Apresiasi Program JOB Seimenggaris di Tanah Merah

benuanta.co.id, Tanah Merah – Program Corporate Social Responsibility (CSR) JOB Pertamina-Medco E&P Simenggaris (JOB Seimenggaris) yang diberikan kepada masyarakat Desa Tanah Merah, Kecamatan Tana Lia diapresiasi dan dianggap sangat membantu perekonomian warga.

Monitoring program yang dilakukan JOB Seimenggaris di Desa Tana Merah pada Selasa, 18 Oktober 2022 disambut baik kelompok – kelompok binaan JOB Seimenggaris. Pasalnya, kelompok binaan maupun penerima bantuan yang sudah tergabung sejak 2013 hingga 2021 mengapresiasi program JOB Seimenggaris.

Abdurahman, warga RT 5 Desa Tanah Merah Barat mengaku sangat terbantu dengan adanya program bantuan sumur bor yang diterimanya sejak 2013 silam. Hingga kini, sumur tersebut masih teraliri air bersih untuk keperluan sehari-hari.

“Pastinya kami sangat terbantukan. Sebelumnya warga desa menghandalkan sumur tradisional, sejak dapat bantuan sumur bor lengkap dengan pompa listriknya dari JOB Seimenggaris, kebutuhan air bersih di rumah kami tercukupi,” tutur Abdurahman.

Begitu juga dengan Usman, penerima bantuan alat pertukangan yang juga kelompok binaan JOB Seimenggaris mengakui jika program perusahaan yang bergerak di bidang migas ini sangat membantu perekonomiannya selama ini.

“Saya bergabung di 2014, sebelum adanya kelompok binaan pertukangan seperti ini saya hanya ikut – ikut keluarga untuk mengerjakan kusen dan sebagainya. Sekarang sudah bisa sendiri dengan alat – alat pertukangan yang dibantu langsung JOB Seimenggaris,” aku Usman.

Baca Juga :  Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Pastikan Stok dan Penyaluran LPG 3 Kg di Tanjung Selor Tetap Aman dan Terkendali

Berita Terkait : 

Pria yang kini kebanjiran orderan kusen rumah itu mengaku sebulan bisa meraup Rp3 hingga Rp6 juta per bulan. Hal itu didapatkannya dari pesanan warga Tanah Merah. Meski sempat kewalahan dengan banyaknya orderan yang masuk, ia mengakui bisa mengejar target penyelesaian tepat waktu.

“Karena alat yang dibantu cukup lengkap jadi saya tinggal panggil beberapa teman yang masuk dalam kelompok binaan pertukangan ini untuk menyelesaikan orderan,” tukasnya.

Penerima manfaat dari bantuan program JOB Seimenggaris lainnya datang dari proram Bantuan Pasang Listrik Baru (BPLB) di Desa Sambungan Selatan. Meladiana yang merupakan transmigran asal Lampung yang kini menetap di Desa Sambungan Selatan sejak 2016 silam mengaku sangat terbantukan dengan adanya program tersebut. Sebab, awal tiba di wilayah transmigran Desa Sambungan Selatan tempatnya tinggal belum teraliri listrik.

“Kami dapat 900 VA di tahun 2019, alhamdulillah. Dulunya pakai tenaga surya, jadi tidak tentu listriknya dipakai seperlunya. Sekarang sudah bisa ada barang eletronik yang digunakan meski tidak banyak,” sebutnya.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Tarakan Perkuat Sinergi Perlindungan Pekerja Sektor Jasa Konstruksi melalui FGD

Senada dengan Meliadiana, Elianti yang juga merupakan transmigran asal Lampung lainnya yang kini sebagai Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Karya Tani Desa Sambungan Selatan mengatakan, kelompok yang saat ini ia pimpin mendapat berbagai pelatihan dan bantuan bibit dari JOB Seimenggaris untuk dikembangkan.

“Kami mulai tahun 2020, mendapatkan pelatihan ibu – ibu di sini untuk menanam dengan cari hidroponik dan model penanaman lainnya. Saat ini yang ada kita tanam ada seledri dan kembang kol, separuh kita jual separuhnya kita bagi ke ibu – ibu di sekitar sini,” tuturnya.

Sejak 2020, berbagai bibit diberikan oleh JOB Seimenggaris di antaranya bibit jahe dan jambu kristal. Terkait jahe dan jambu kristal yang sudah ditanam oleh kelompoknya diharapkannya akan menjadi salah satu penghasilan yang akan dijual kembali. Mengingat lahan untuk bercocok tanam di wilayahnya masih terbuka lebar untuk memperbanyak hasil tanam.

“Sebelumnya kami sudah sering panen, baru – baru ini kami panen seledri dan kembang kol. Tapi sudah ada yang dijual dan dipakai sendiri. Kami juga coba tanam Lombok, mudah – mudahan pihak perusahaan terus membina kelompok kami hingga menjadi kelompok yang mandiri ke depannya,” harapnya.

Baca Juga :  Kemenkop RI Dukung Penuh Permodalan Koperasi Merah Putih di Daerah

Di antara kelompok binaan JOB Seimenggaris di Desa Tanah Merah, ada Kelompok Usaha Intimung Taka yang merupakan wirausaha skala mikro yang dibina JOB Seimenggaris. Kelompok usaha satu ini terbilang eksis dan berjalan konsisten menjalankan programnya. Ketua Kelompok Usaha Intimung Taka, Sarbanun menjelaskan dirinya bergabung dengan program JOB Seimenggaris sejak 2017. Awal program berbagai pelatihan diberikan kepada kelompoknya, seperti pelatihan pembuatan olahan bakso hingga nugget dari bahan dasar ikan dan udang.

“Kami juga buat siomay dari bahan udang dan ikan. Siomay kami ini paling sering dipesan, sampai kewalahan juga karena masih terbatas bahan baku yang harus mengambil di Tarakan,” ucapnya.

Berbagai olahan berbentuk frozen food itu disebutnya mendatangkan pundi – pundi pendapatan untuk keluarganya. Jika warga yang tergabung di kelompok diakuinya masih belum maksimal, namun ia percaya program tersebut dapat dikembangkan ke skala besar ke depannya. (*)

Editor : Nicky Saputra

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *