benuanta.co.id, BULUNGAN – Keberadaan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Provinsi Kalimantan (Kaltara) sangat dibutuhkan. Pasalnya selama ini untuk penanganan orang yang memiliki gangguan kejiwaan masih dilakukan di rumah sakit umum, salah satunya rumah sakit di Tarakan.
Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kaltara, Pollymaart Sijabat mengatakan dalam mencegah dan mengendalikan masalah kesehatan jiwa perlu upaya bersama dengan berbagai pihak.
“Tahun lalu kita dapat (anggaran) informasi rencana pembangunan rumah sakit jiwa. Tapi karena Penlok (penetapan lokasi)-nya agak lambat, sehingga dana itu kembali lagi,” ucapnya, Jumat 14 Oktober 2022.
Tertundanya pembangunan RSJ ini, maka penanganan dilakukan di rumah sakit umum. Namun begitu pihaknya meminta Dinas Kesehatan Provinsi Kaltara untuk terus bersemangat melakukan tanggung jawab penanganan masalah kesehatan.
“Kita ketahui bersama bahwa kesehatan mengambil peranan penting dalam peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) dan IPM ini sangat berpengaruh terhadap alokasi dana umum (DAU). Saat ini kita berada di peringkat 22 se-Indonesia,” ujarnya.
Dia menerangkan jika IPM ini dipengaruhi beberapa faktor salah satunya kesehatan, kemudian dari pendidikan.
“Mudah-mudahan tahun depan kita bisa membangun rumah sakit jiwa sesuai dengan instruksi pak Gubernur,” paparnya.
Sebelumnya, pengusulan RSJ ini telah diupayakan oleh Dinkes Provinsi Kaltara kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Namun tahun ini belum mendapatkan jatah anggaran.
Kepala Dinkes Kaltara Usman menyebutkan pembangunan RSJ ini cukup prioritas namun oleh Kemenkes belum ada persetujuan, karena yang prioritas utama yang harus dipenuhi tahun ini berupa penanganan penyakit Katastropik.
“Walaupun belum dapat di tahun ini, kita tetap mengusulkan adanya pembangunan RSJ di Kaltara. Anggarannya sendiri pada pengusulan pertama sekitar Rp 200 miliar, sehingga pada pengusulan selanjutnya akan tetap sama atau bisa lebih dari usulan pertama,” pungkasnya.(*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: Ramli







