benuanta.co.id, BULUNGAN – 30 tahun mengabdikan diri sebagai tenaga didik di Wilayah terpencil Kabupaten Bulungan, salah satu guru Sekolah Menengah Pertama(SMPN) 01 Tanjung Palas Utara(TPU), Kabupaten Bulungan, Rahmat,.S.Pd merasa terharu melihat perkembangan dunia pendidikan yang saat ini.
Rahmat resmi pensiun sebagai tenaga didik pada bulan Desember tahun 2022 ini menceritakan pengalaman uniknya selama mengabdikan diri sebagai tenaga didik Wilayah terpencil Kabupaten Bulungan.
Kepada benuanta.co.id, ia mengatakan sejak pertama kali menjadi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) pada tahun 1990 lalu, dirinya sangat tidak menyangka akan mengajar sebagai guru di TPU. Dimana saat ini hanya ada hutan belantara dan Sekolah dengan kondisi terbatas.
“Dulu memang seperti itu keadaannya, berbeda dengan Daerah Jawa dan Sulawesi, disini kita murni mengajar dengan apa yang ada. Karena prinsip saat itu kita sebagai guru harus bisa memberikan ilmu sebagai bekal masa depan anak-anak disini,” kata Rahmat, pada Kamis 13 September 2022.
Tidak hanya terbatasi dengan kondisi Sekolah dan lingkungan sekitar, Rahmat juga menceritakan kesulitannya saat hendak mengurus administrasi Sekolah, terutama saat mengurus Rapor para pelajar yang ada di Sekolahnya.
Dimana ditahun-tahun itu, akses transportasi yang dapat diandalkan oleh masyarakat untuk ke Kota Tanjung Selor hanyalah transportasi Sungai.
“Karena saat itu masih hutan belantara jadi untuk mengurus rapor, mengambil buku pelajaran dan mengambil gaji, kita semua para ASN saat itu hanya menggunakan ketinting dan waktunya bisa seharian hanya untuk ke Tanjung Selor,” ujarnya.
Meski tahun-tahun itu merupakan tahun terberat dia mengabdikan diri sebagai tenaga didik, namun Rahmat begitu menyanjung kondisi yang ada di Bulungan saat ini.
Menurutnya saat ini para ASN khususnya para guru sudah mengalami kondisi pengabdian yang lebih baik. Baik secara fasilitas, akses transportasi dan kondisi lingkungan, sehingga ia pun berharap agar para ASN muda dapat memberikan pengabdian yang lebih baik dari masanya mengajar dulu.
“Dengan kondisi saya dulu, kita dapat melahirkan bibit-bibit generasi bangsa yang hebat dan terbukti sudah banyak murid kita yang jadi orang sukses. Sehingga saat ini tidak ada alasan bagi para guru mengeluhkan kerjaannya,” tambahnya.
“Meski saat itu mengajar merupakan hal yang sulit, tapi hal itulah yang paling saya kenang saat ini dan merupakan pengalaman hidup terbaik saya sebagai seorang guru,” terangnya.
Sebelum resmi pensiun, Rahmat mengucapkan rasa terima kasihnya kepada rekan-rekan sejawat yang telah menemani pengabdiannya sebagai seorang guru di SMPN 01 TPU selama 30 tahun lebih.
“Tentunya saya sangat berterima kasih, karena begitu banyak guru yang sudah menemani hidup saya di Sekolah dan tentunya saya juga akan selalu mendoakan teman-teman dan murid-murid saya, agar senantiasa bisa menjadi orang yang sukses,” pungkasnya.(*)
Reporter: Osarade
Editor: Ramli







