Desakan Ekonomi, AM Nekat Bobol Jendela Rumah Warga

benuanta.co.id, TARAKAN – Unit Jatanras Satreskrim Polres Tarakan berhasil mengungkap pelaku pencurian yang terjadi pada Jumat, 30 September 2022 pukul 05.00. Pencurian ini terjadi di Jalan Imam Bonjol RT. 22 Kelurahan Pamusian.

Kasat Reskrim Polres Tarakan, IPTU Muhammad Aldi melalui Kanit Pidum IPDA Muhammad Farhan menyebut korban berinisial RA awalnya terbangun melihat jendela yang ada di ruang tamu sudah dalam kondisi terbuka. RA menyadari bahwa kemungkinan jendela rumahnya sudah dicongkel.

“Kemudian istri pelapor mengecek barang-barang miliknya yang disadari hilang,” sebutnya, Kamis (13/10/2022).

Baca Juga :  Jelang Ramadan 2026, MUI Tarakan Imbau Masyarakat Jaga Kekhusyukan hingga Penutupan THM

Adapun barang-barang yang dilaporkan hilang adalah satu unit laptop Lenovo X200, dompet yang berisi uang Rp 70 ribu dan kartu BPJS, ATM, NPWP, dan handphone Xiaomi Biru dengan total kerugian Rp 20 juta.

Setelahnya korban langsung melapor ke Polres Tarakan dan personel Jatanras langsung melakukan penyelidikan.

“Kami telah identifikasi satu pelaku dan kami telah lakukan penahanan saat ini, inisial AM umur 42 tahun,” ungkap dia.

Berdasarkan hasil penyelidikan, AM (42) mengaku saat pukul 01.00 lebih tepatnya ia pulang dari rumah rekannya ia melihat ada rumah yang jendelanya tidak ada tralisnya.

Baca Juga :  Dapur SPPG Polres Tarakan Diresmikan, Target Produksi Bertahap Hingga 2.000 Porsi

“Ia disitu membawa besi sekitar 10 cm, dan sambil melihat-lihat rumah korban, setelah pemantauan dari luar dan mencongkel grendel jendela dan masuk lewat jendela. Dari situ dia bisa mengambil barang-barang,” urai Farhan.

Perwira balok satu tersebut melanjutkan, bahwa AM mengangkut barang hasil curiannya menggunakan tas Eiger miliknya. AM berhasil diamankan pada 11 Oktober 2022 di kediamannya wilayah Markoni. AM mengaku bahwa motif ia mencuri ialah sebatas untuk kebutuhan hidupnya.

Baca Juga :  Gempa M 3,0 Guncang Selatan Tarakan, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Barang bukti keseluruhan belum sempat dijual oleh AM karena belum mendapatkan pembeli.

“Kami jemput pukul 04.00 selanjutnya kami periksa dan kami tahan. Katanya kesulitan cari pembeli untuk laptopnya, kalau handphone itu dia pakai pribadi,” tutur Farhan.

Saat ini juga masih dalam tahap penyelidikan untuk dugaan TKP lain karena banyak laporan terkait pencurian di wilayah yang sama. Atas kejadian ini AM dikenakan Pasal 363 Ayat 1 Ketiga dan Kelima KUHPidana. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Matthew Gregori Nusa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *