Cantumkan Alamat Palsu Bikin Penelusuran Market Place Kosmetik Ilegal Sulit Ditemukan

benuanta.co.id, TARAKAN – Lagi, peredaran kosmetik ilegal diungkap untuk yang kesekian kalinya. Janggalnya pada pengungkapan barang tak ada izin edar ini, tidak terdapat oknum dibaliknya.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Tarakan, Harianto Baan mengatakan pihaknya selalu melakukan upaya telusur untuk pengungkapan oknum pengirim ataupun penerima paketan kosmetik ilegal itu. Namun, nihil ditemukan karena alamat yang tercantum adalah alamat palsu.

“Ini sudah tangkapan yang ketiga kalinya terbesar ya dan memang kita sudah telusuri tapi mereka (oknum) pintar juga memakai nama dan nomor handphone yang fiktif,” bebernya, Kamis (13/10/2022).

Baca Juga :  Dinkes Tarakan Tingkatkan Kewaspadaan Virus Nipah

Harianto melanjutkan, pihaknya tak mau lepas usaha dan akan terus melakukan penelusuran dari kejahatan ini.

“Jadi mereka (oknum) mengirim barang ini itu satu-satu, alamatnya banyak dan berbeda-beda. Setelah kita tracking nomor handphone tidak aktif, alamat pun palsu,” lanjutnya.

Menyoal nomor handphone yang fiktif, Harianto mengatakan bukan nomor seri yang tidak aktif. Tetapi nomor tersebut ketika dihubungi, operator pun juga tak mengenali nomor tersebut.

Baca Juga :  Satlantas Polres Tarakan Tilang 30 Kendaraan, Sasar Knalpot Brong dan Balap Liar

“Jadi fiktifnya itukan karena memang tidak terdaftar nomornya, kalau KTPnya itu harus kita cek setelah kita lacak juga yang mengirim misalnya dia di Sebatik tapi KTPnya Makassar,” tuturnya.

Ia berharap dengan adanya pengungkapan kosmetik ilegal ini masyarakat dapat sadar akan kandungan berbahaya dari kosmetik.

“Jadi terkait produknya, ini kan tanpa izin edar ini mengandung merkuri, ada yang tidak, seperti hydroquinone itu akan menyebabkan kulit akan semakin menipis,” urainya.

Baca Juga :  Ombudsman Angkat Bicara Wacana Pusat Pemerintahan Tarakan Pindah ke Wilayah Utara

Ia menerangkan tipisnya lapisan kulit ini akan menyebabkan mudahnya wajah terserah bakteri seperti jerawat.

“Ini bukan produk Indonesia juga, jadi barangnya ini kita amankan sementara nanti kita telusuri, kalau pelakunya tidak kita temukan akan kita musnahkan,” tutupnya.(*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *