Wali Kota Heran Masih Ada Nelayan Tradisional Belum Miliki ‘Kusuka’

benuanta.co.id, TARAKAN – Pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah memprogramkan perlindungan dan perhatian untuk kesejahteraan nelayan yakni dengan Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (Kusuka).

Wali Kota Tarakan dr Khairul, M.Kes mengungkapkan ada 2.045 jiwa nelayan tangkap tradisional telah tervalidasi memiliki Kusuka penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT).

“Dari 2.045 itu baru 800-an tervalidasi, memang sebagian kemarin ke laut ya kita tetap menunggu dan kita sudah menghimbau kepada ketua nelayan, ketua kelompok bina usaha untuk memvalidasi,” ucap Khairul kepada benuanta.co.id, Selasa (11/10/2022).

Baca Juga :  Kemenkop RI Dukung Penuh Permodalan Koperasi Merah Putih di Daerah

Namun ia menegaskan bila dari 2.045  nelayan tangkap tradisional telah tervalidasi oleh sistem dan masih ada lagi temuan nelayan belum punya Kusuka. Namun Pemkot Tarakan akan mengkaji kembali temuan tersebut.

“Apakah ini benar ? Kenapa tidak ini tidak tervalidasi ? Maksudnya kita akan harus bertanya ke para nelayan apa masalahnya. Tapi kalau dia nanti divalidasi verifikasi lapangan betul-betul nelayan, tentu akan rapat lagi dengan tim. Termasuk bersama BPK, kejaksaan karena ini uang negara yang dikeluarkan jadi jangan sampai salah sasaran, malahjadi masalah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dinkes Tarakan Tingkatkan Kewaspadaan Virus Nipah

Khairul menyebut nelayan tangkap tradisional yang berhak mendapatkan BLT harus punya perahu.

“Harus punya aktivitas di laut, ini kenapa para nelayan dapat bantuan, karena mereka kelompok rentan tidak mampu. Dan biasanya rawannya kalau ada bantuan begini mereka semua mengaku nelayan justru itu yang harus kita jaga dan hindari,” tuturnya.

Adapun harapannya yang mendapat BLT benar-benar nelayan tangkap tradisional di Kota Tarakan membutuhkan bantuan dampak kenaikan BBM dan upaya pengendalian inflasi.

Baca Juga :  Pembeli Enggan Berbelanja, Pedagang Keluhkan Banjir di Pasar Gusher

“Yang pasti suplai chain harus dijaga sebagai upaya pengendalian inflasi dan biasanya akibat biaya produksi dan transportasi naik kemudian akibat kelangkaan barang-barang sehingga yang harus dijaga menekan inflasi dengan memberikan BLT kepada nelayan akibat BBM,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *