PUPR Kaltara Optimis Realisasi APBN Dapat Penuhi Target di Triwulan ke IV

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Dinas Pekerjaan Umum Permukiman Rakyat (PUPR) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) optimis penyerapan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang ada di Kaltara akan mencapai target pada triwulan IV tahun 2022.

Diketahui dari data Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tanjung Selor, PUPR Kaltara termasuk Satuan Kerja (Satker) yang memiliki pagun APBN terbesar.

Dimana dari total APBN Rp 3,33 triliun, PUPR Kaltara memegang APBN sebesar Rp 480 Miliar, sehingga diharapkan dapat mengoptimalkan realisasi APBN melalui kegiatan pembangunan.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kaltara akan Kawal Aspirasi Masyarakat yang Disampaikan ke Mensos

“Kita sangat optimis karena saat ini beberapa kegiatan masih berjalan, sehingga sangat memungkinkan untuk kita merealisasikan APBN lebih dari yang sudah ada. Apalagi target realisasi kita hanya tingga 20 persen saja,” kata Seketeris PUPR Kaltara, Rahmat W saat ditemui benuanta.co.id pada Selasa, 11 Oktober tahun 2022.

Dari anggaran APBN sebesar itu, Rahmat menjelaskan pihaknya telah menyerahkannya kepada masing-masing bidang yang melaksanakan kegiatan sesuai dengan Program Pemerintah Pusat. Seperti pembangunan perumahan dan jalan-jalan yang ada di Wilayah Kaltara.

Baca Juga :  Rekening Pasif, Ada 500 Calon Penerima Beasiswa di Kaltara Terancam Hangus

“Teknisnya semua ada di masing-masing bidang dan ada juga yang di Balai Jalan Nasional. Tapi yang pasti ialah, tidak ada satupun kegiatan yang tidak berjalan karena hingga saat ini kegiatan kita masih terus berjalan,” ujarnya.

Meski penyerapan realisasi anggaran tergolong terlambat, namun Rahmat menerangkan kalau realisasi anggaran APBN tidak bisa dicairkan begitu saja, meski saat ini sudah ada kegiatan yang berjalan.

Ia menerangkan, harus ada step administrasi yang terpenuhi, seperti tahap penyelesaian kegiatan dan administrasi pengerjaan.

Baca Juga :  Tahun Ini Pemprov Kaltara Mulai Pembangunan KBM

“Ada yang memang anggarannya sudah kita cairkan saat kegiataj dimulai. Tapi ada juga kegiatan yang dimana pihak pelaksananya yang mengeluarkan modal terlebih dahulu, lalu kita ganti dengan pencairan APBN,” terangnya lagi.

“Jadi hal-hal seperti inilah yang biasanya dianggap keterlambatan realisasi penyerapan anggaran. Tapi intinya dalam kegiatan PUPR semuanya berjalan tanpa kendala, karenaada beberapa pengerjaan yang memang harus menyelesaikan tahapan target untuk pencairan realisasi APBN,” pungkasnya. (*)

Reporter: Osarade

Editor: Matthew Gregori Nusa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *