Pekerja Migran Indonesia Lebih Senang Bekerja ke Malaysia, Disnakertrans Nunukan: Mereka Bilang Lebih Keren

benuanta.co.id, NUNUKAN – Banyak Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dipulangkan dari Malaysia, dengan berbagai kasus mulai dari masa tinggal habis tindak kriminal, serta tidak memiliki dokumen yang sah.

PMI ini lebih banyak bekerja di perkebunan kepala sawit yang ada di Malaysia. Setelah mereka dipulangkan ke tanah air, mereka masih saja berkeinginan ingin kembali ke Malaysia untuk bekerja dengan berbagai alasan.

Seperti Agus Seni saat itu diamankan di Pulau Sebatik saat hendak melakukan perjalanan menuju pelabuhan Sei Nyamuk oleh tim gabungan dari Satgas Pamtas, Imigrasi, BP2MI, dan Kodim 0911/Nunukan.

Baca Juga :  Cegah PMK, 90 Ternak Sapi di Nunukan Selatan di Vaksinasi

Dari pengakuannya, Agus Seni ingin kembali bekerja di Malaysia karena saat pulang mengambil masa cuti ke Indonesia hanya untuk menghadiri pernikahan anaknya di Sulawesi. Namun disayangkan dia dan yang lainnya melintasi jalur tidak resmi.

Terpisah, Kabid Perencanaan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Kabupaten Nunukan, Sugiharto, mengatakan, dari pada bekerja di Negara orang lebih baik di Negara sendiri, karena perusahaan perkebunan yang ada di Nunukan siap saja menerima pekerja. Namun pihaknya pernah mengirim 21 orang pekerja ke wilayah perkebunan kelapa sawit di PT. SIL namun tidak sampai satu bulan sudah kabur.

Baca Juga :  Pemkab Nunukan Berikan 100 Kuota Beasiswa untuk Guru PAUD dan TK 

“Dari pengakuan PMI jika pulang kampung lebih keren jika dari Malaysia, padahal jika kita pikirkan mereka pulang juga tidak bawa Ringgit Malaysia, tapi bawa Rupiah,” kata Sugiharto, Selasa (11/10/2022).

Lanjut dia, PMI ini tidak bangga jika ditanya dari Kalimantan, tapi lebih bangga jika dari Malaysia, padahal perusahaan perkebunan menerima saja bagi PMI, yang penting ingin bekerja, apalagi mereka juga sudah memiliki pengalaman kerja.

Baca Juga :  Tertahan di Dermaga, Sopir Truk Muatan Sembako ‘Ngadu’ ke DPRD

Karena tidak betah mereka ada yang pulang ke kampung halaman, dan ada yang lewat samping, ada yang sudah dapat gaji berhenti, buat dokumen baru digunakan untuk menyebrang ke Malaysia.

Pihaknya juga sudah menyampaikan kepada PMI yang tidak memiliki dokumen jika bekerja di negeri orang akan dikejar-kerja oleh pihak imigrasi setempat, jadi bekerja lah secara prosedural, sedangkan di Indonesia tidak seperti itu, bekerja dengan aman dan tidak perlu was-was di kejar-kejar.(*)

Reporter: Darmawan
Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *