Nelayan Tradisional Diakomodir BLT, KNTI Kaltara Apresiasi Pemkot Tarakan 

benuanta.co.id, TARAKAN – Meskipun Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan kepada nelayan tangkap tradisional hanya 3 bulan terhitung mulai bulan Oktober sampai Desember 2022 mendatang.

Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kalimantan Utara Rustan mengatakan dalam jangka waktu singkat ini sangat membantu nelayan.

“Saya juga mengapresiasi pemerintah ini sejarah di Kota Tarakan baru pertama Walikota mengeluarkan kebijakan seperti demikian. Padahal sebelumnya berapa kali ganti walikota itu BBM naik terus tapi tidak ada hal seperti ini,” ucap Rustan kepada benuanta.co.id Selasa (11/10/2022).

Baca Juga :  Dinkes Tarakan Imbau Warga Jaga Imunitas dan Terapkan PHBS di Musim Pancaroba

Perihal BLT BBM dari Pemkot Tarakan untuk nelayan tangkap tradisional tersebut berkat usulan KNTI Kaltara.

“Diskusi kita bersama pemerintah kemudian kita juga jelaskan ke pemerintah bahwa nelayan harus dilindungi itu amanat konstitusi kita,” ungkapnya.

Bahkan BLT untuk nelayan tangkap tradisional di Kota Tarakan nominalnya sangat lebih dari cukup, pihaknya menilai sudah sangat membantu.

“Bayangkan Rp 500 ribu untuk 50 liter bensin bisa dipakai 2-3 hari melaut. Saya kira ini salah satu berkah buat nelayan sangat bersyukur kali kami kepada pemerintah daerah dan ini harus dilakukan pemerintah sesuai amanat konstitusi itu kewenangan pemerintah kota,” ungkapnya.

Baca Juga :  Jelang Imlek, Polisi Cek Kesiapan Pengamanan di Tempat Ibadah

Terpisah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Tarakan, Ardiansyah menambahkan bagi para nelayan tangkap tradisional belum melakukan pengisian data verifikasi kartu pelaku usaha kelautan dan perikanan (Kusuka) harap segera melapor ke dinas terkait.

“Data 2.045 jiwa itu data verifikasi di akhir agustus september kemarin mereka yang sudah punya kartu Kusuka,” tuturnya.

Baca Juga :  Kemenkop RI Dukung Penuh Permodalan Koperasi Merah Putih di Daerah
RUANG KERJA: Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Tarakan Ardiansyah Selasa (11/10/2022)

Sebagai informasi berdasarkan data milik dinas perikanan Kota Tarakan, ia menyebutkan ada 4.111 nelayan belum punya kartu Kusuka.

“Yang sudah punya kartu kusuka baru 2.441 orang ini nelayan tangkap besar, kita fokus ke nelayan kecil yaitu 2.045 jiwa yang kemarin kita lakukan validasi untuk memastikan mereka layak dapatkan blt bbm,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *