Pasca BBM Naik-naik ke Puncak “Gunung”

Oleh:
Dwi Damayanti S.Si
Statistisi Muda BPS Kota Tarakan

SEBULAN sudah berlalu kenaikan BBM, ribut-ribut pasca kenaikan BBM sudah mulai sedikit mereda, beneran mereda atau malah terkesan pasrah. Tak banyak yang bisa dilakukan untuk usaha menurunkan harga BBM, masyarakat pun sudah mulai terbiasa dengan harga yang berlaku sekarang. Dampak kenaikan BBM sudah mulai merambat ke kebutuhan pokok, sebenarnya fenomena kenaikan harga bahan pokok tidak hanya disebabkan kenaikan BBM, masih ada faktor lain yang mempengaruhinya salah satunya seperti peringatan hari-hari besar. Namun dengan kenaikan BBM tentunya menambah keterpurukan harga barang-barang terutama di kelompok transportasi.

Untuk di Kota Tarakan sendiri kenaikan BBM sangat dirasakan dampaknya, apalagi untuk pengguna yang beli secara eceran tanpa antre di POM bensin, Kenaikannya bisa mencapai 30 persen jika dibandingkan beli di POM bensin, jenis pertalite lebih banyak dipakai oleh pengendara kendaraan di Kota Tarakan daripada pertamax, sehingga lebih gampang dijumpai penjual pertalite eceran disetiap kilometer jalanan Kota Tarakan. Pertalite dan pertamax memiliki nilai RON atau nilai oktan BBM yang berbeda. Mengutip dari laman Infootomotif, bilangan oktan adalah angka yang menunjukkan seberapa besar tekanan yang bisa diberikan sebelum bensin terbakar secara spontan.

Baca Juga :  Era Digitalisasi Bagi Generasi Milenial : Penggunaan Media Komunikasi Bagi Generasi Milenial

Nilai oktan BBM pertalite lebih tinggi dari premium tetapi lebih rendah dibandingkan pertamax nilai oktan pada pertalite adalah 90. Angka oktan yang lebih tinggi pada pertalite ini menandakan kualitas bahan bakar yang ramah lingkungan. Hal ini disebabkan pembakaran bahan bakar yang sempurna dan efisien. Pertalite merupakan bahan bakar minyak terlaris selain premium sebab harganya terjangkau. Namun sejak kenaikan BBM terutama pertalite efek yang terasa dari pemakaiannya adalah terasa boros dalam pemakaian, boros dalam artian cepat sekali habis atau menguap walaupun dipakai dengan jumlah dan rute yang sama dibanding sebelum kenaikan. Penyebabnya pun belum diketahui namun sebagian orang merasakan perbedaannya.

Baca Juga :  Era Digitalisasi Bagi Generasi Milenial : Penggunaan Media Komunikasi Bagi Generasi Milenial

Dengan UMR Kota Tarakan sebesar Rp.3.774.378, -. Kota Tarakan pada bulan September 2022 mengalami inflasi sebesar 0,97 persen, atau terjadi perubahan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 110,79 pada bulan Agustus 2022 menjadi 111,86 pada bulan September 2022. Salah satunya dipengaruhi oleh kenaikan pada kelompok transportasi yaitu sebesar 7,57 persen. Komoditas utama penyumbang inflasi adalah bensin sebesar 0,90 persen berdasarkan sumber data BPS Kota Tarakan.

Konsumsi BBM erat hubungannya dengan sektor transportasi, sehingga dalam memperhatikan efisiensi konsumsi BBM hendaknya diperhatikan pula sistem transportasinya. Kebutuhan bahan bakar dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya adalah panjang jalan, dan kondisi jalan. Di Kota Tarakan Panjang jalan pada tahun 2021 adalah 232.558 meter, di mana jalan di Kota Tarakan dengan Kondisi Baik sepanjang 105.755 meter. Dengan jumlah kendaraan bermotor menurut jenis kendaraan di Kota Tarakan pada tahun 2021 berjumlah 180.650 kendaraan. Mobil penumpang sebanyak 11.314 kendaraan, Bus dan sejenisnya 91 kendaraan, mobil beban seperti truk sebanyak 6.606 kendaraan dan kendaraan sepeda motor sebanyak 162.639 kendaraan. Bersumber Tarakan Dalam Angka 2022, dan tentunya semakin bertambah jumlah kendaraan di setiap tahunnya.

Baca Juga :  Era Digitalisasi Bagi Generasi Milenial : Penggunaan Media Komunikasi Bagi Generasi Milenial

Dengan keadaan dan kondisi seperti sekarang marilah kita sebagai masyarakat lebih bijak dalam pemakaian BBM, agar hemat dalam pemakaian BBM di antaranya gunakan kendaraan yang hemat BBM, efisien penggunaan ac mobil, mengurangi bepergian ke tempat yang tidak perlu, pemakaian kendaraan secara bersama-sama dengan rute yang searah dan perawatan mesin kendaraan agar BBM semakin hemat.

Harapannya dengan semakin dekat perhelatan pemilihan Presiden diawal tahun 2024. Bangsa Indonesia mempunyai pemimpin yang lebih pro rakyat, sehingga mempunyai visi dan misi yang benar-benar memikirkan kepentingan rakyat. Dan bertekad memajukan dan menyejahterakan rakyat bangsa Indonesia. Dengan semangat tema peringatan HUT ke-77 RI “Pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat”.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four + thirteen =