Polres Sambangi Kediaman Anak Korban Salah Sasaran, Libatkan PPA Polres Tarakan

benuanta.co.id, TARAKAN – Korban penembakan akibat salah sasaran, HS terus mendapatkan atensi dari pihak kepolisian. Diketahui insiden ini terjadi pada waktu pengejaran pelaku penganiayaan dan pencurian kendaraan bermotor Selasa, 27 September 2022 kemarin.

Kapolres Tarakan, AKBP Taufik Nurmandia menerangkan ia memberikan atensi khusus dengan mengunjungi anak dari HS dan para keluarga selama korban ditangani di RSUD Yusuf SK.

“Setelah melihat kondisi korban di RSUD dr. H Jusuf SK, kami kembali mengunjungi kediaman korban karena untuk memastikan kondisi keluarga dan anak korban,” terangnya, Sabtu (1/10/2022).

Baca Juga :  PSDKP: Tarakan Masuk Zona Dua Penangkapan Ikan Tradisional

Pihaknya tak ingin mengabaikan keluarga terutama anak korban yang masih balita. Pihaknya berkomitmen memastikan keadaan keluarga dan anak korban dalam keadaan sehat.

“Intinya kita memastikan anak korban ini dalam keadaan sehat, dengan para keluarga yang ada juga serta memberikan suport kepada mereka,” ucap Taufik.

Dijelaskannya kondisi anak korban sudah stabil sehingga sudah bisa diajak untuk bermain maupun berkomunikasi. Pihaknya juga melakukan pendampingan terhadap anak korban melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tarakan.

Baca Juga :  Sepanjang 2022, BPJS Ketenagakerjaan Tarakan Bayarkan Klaim Rp188,5 Miliar

Lebih lanjut, terkait kondisi korban saat ini pasca operasi kecil yang dilakukan. Kapolres Tarakan menegaskan akan selalu memantau secara langsung perkembangan korban hingga beberapa hari ke depan.

“Saya akan memantau secara langsung kondisi korban yang saat ini masih dalam perawatan, informasi dari tim dokter kondisi korban berangsur stabil sampai saat ini,” lanjutnya.

Baca Juga :  Perkara Dugaan Pemalsuan Dokumen Lahan Hadirkan Saksi dari Pemkot dan Ahli Hukum UBT

Disinggung soal oknum personel yang tak sengaja melakukan penembakan tetap diproses sesuai dengan prosedur yang ada. Ia menegaskan kendati keluarga telah memaafkan proses hukum atas kelalaian ini tetap berjalan.

“Meskipun dalam pelaksanaan tugas ya tetap proses hukum berjalan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Endah Agustina
Editor: Matthew Gregori Nusa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *