benuanta.co.id, NUNUKAN – Sebanyak 45 pemuda ikut Jambore Kerukunan Umat Beragama yang diselenggarakan Kampung Sadar Kerukunan (KSK), Desa Sungai Limau, Kecamatan Sebatik Tengah, Jumat, 30 September 2022.
Ketua KSK Yosep Bala, mengatakan kegiatan Jambore Kerukunan Umat Beragama di gelar di kampung Lourdes, juga sebagai Kampung Sadar Kerukunan. Tujuan kegiatan ini adalah agar saling mengenal serta menjaga toleransi dalam kehidupan sehari-hari.
“Mulai berdirinya kampung Lourdes pada tahun 1997, hingga saat ini. Selalu aman damai dan selalu sering menghargai satu sama lain,” kata Yosep Bala.
Sedangkan Kampung Sadar Kerukunan ditetapkan langsung dari Kementerian Agama, melaui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menunjuk Laurdes layak menjadi KSK pada tahun 2021. Mengingat kerukunan beragama berjalan dengan baik, walaupun berada di wilayah perbatasan Indonesia Malaysia.
Sedangkan peserta kemah yang ikut jambore ini berasal dari warga sekitar dari Kecamatan Sebatik Tengah. Dengan tujuan mempersatukan masyarakat dan pemuda untuk saling mengenal satu sama yang lain.
“Untuk menjaga toleransi itu sangat penting,” jelasnya.
Ia mengharapkan setelah mereka pulang nantinya, pengalaman dan pengetahuan yang mereka dapatkan selama mengikuti Jambore selama 3 hari tersebut bisa diterapkan di lingkungan mereka masing-masing.
“Keberagaman jika dikelola dengan baik, berdasarkan prinsip saling menghormati dan menghargai, dapat membuat sebuah pelangi kehidupan yang indah. Namun jika tidak dapat dikelola, maka akan menjadi virus-virus ketidakharmonisan,” ujarnya.
Lukas, warga Desa Sungai Limau, mengatakan dengan adanya Jambore seperti ini bisa mempererat silaturahmi antara masyarakat, yang tadinya tidak kenal menjadi kenal.
“Saya mendukung kegiatan seperti ini, dan ini juga sangat positif,” jelasnya. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Yogi Wibawa







