Penguatan Kebutuhan Pangan, Pemprov Kaltara Ingin Kaltara Mandiri

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Wakil Gubernur Kaltara Yansen TP mengaku cukup terkejut inflasi di Tanjung Selor tinggi oleh BPS. Menunjukkan angka inflasi 7,4 persen.

“Artinya data itu penting sebagai masukan buat kita di Pemerintahan, tapi tidak bisa kita jadikan acuan. Karena saat ini kondisi pasar kita masih stabil,” kata Yansen pada Rabu, 28 September 2022.

Ketersediaan bahan pangan dan harga bahan pangan menurut Yansen, masih terpantau stabil.

“Inflasi yang tinggi bisa saja terjadi jika kebutuhan pangan tidak tersedia dan harga yang semakin melambung tinggi. Tapi jika kita lihat di lapangan, proses jual beli dan ketersediaan pangan saat ini masih stabil saja,” ujarnya.

Baca Juga :  Gubernur Usulkan Penambahan Kuota BBM Tahun Depan

Meski terpantau stabil, bukan berarti Pemprov Kaltara tidak melakukan penguatan pangan. Melalui penguatan pangan seperti pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan bantuan bibit pertanian.

Yansen ingin masyarakat Kaltara bisa semakin mandiri dalam penyediaan kebutuhan pangan, dengan tidak mengandalkan hasil pangan dari daerah luar Kaltara.

“Jika petaninya kuat saya rasa kebutuhan pangan masyarakat juga akan ikut kuat dan hal ini tentunya akan berdampak pada ekonomi kita,” bebernya.

Baca Juga :  Sehari WBP Lapas Kelas 2B Nunukan Produksi Tempe 150 Pack untuk Dijual di Pasar

“Dan saat ini kita di pemerintah juga sedang merencanakan hal itu, kita memberikan bantuan bibit dan pupuk untuk petani kita,” terangnya.

Ia menambahkan penguatan sektor pangan ini, nantinya akan berdampak pada kestabilan harga pangan. Di mana selama ini para pedagang nantinya tidak perlu lagi memasok bahan pangan dari luar Daerah dan hanya menjual bahan pangan asli Kaltara.

Baca Juga :  Ikuti Porwanas Perdana, PWI Kaltara Evaluasi Performa Pertandingan

“Yang bikin harga pangan di sini lebih mahalkan karena adanya biaya angkut. Tapi jika yang kita beli ialah bahan pangan dari dalam Kaltara sendiri. Saya yakin lonjakan harga bahan pangan, nantinya bisa kita cegah sehingga harga bahan pangan kita bisa lebih stabil dan bersahabat dengan masyarakat,” pungkasnya.(*)

Reporter: Osarade

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 − nine =