Akses Masih Sulit, Bantuan Logistik Diangkut Manual Lewati Titik Longsor di Krayan Selatan

benuanta.co.id, NUNUKAN – Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan bersama TNI-Polri beserta masyarakat bahu-membahu mengangkut ratusan kilogram bantuan sembako melewati titik utama longsor di Krayan Selatan.

Kepala Sub Bidang (Kasubid) Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan, Muhammad Basir mengatakan logistik tersebut terpaksa harus diangkut secara manual dengan melewati timbunan longsor sekitar 400 meter. Hal ini lantaran bantuan sembako tersebut diterbangkan dari Nunukan menuju Long Bawan, Krayan Induk sehingga harus diangkut melewati darat dari Long Bawan ke Long Layu, Krayan Selatan.

Baca Juga :  Ribuan Warga Toraja di Nunukan Meriahkan Arak-arakan ‘Lettoan’

“Jadi itu saat kita di titik longsor, logistiknya terpaksa harus kita langsir menggunakan tenaga manusia, baik personel BPBD, TNI-Polri dan masyarakat setempat,” ujar Basir kepada benuanta.co.id, Selasa (27/9/2022).

BANTUAN: Tim BPBD, TNI-Polri dan masyarakat setempat saat mengangkut barang melewati titik longsor (FOTO : BPBD NUNUKAN)

Lebih jauh, Basir mengatakan, bantuan logistik yang dilangsir tersebut kurang lebih seberat 600 kg, dengan menggunakan tenaga sekitar 30 orang dan memakan waktu hingga tiga jam lamanya untuk bisa sampai di lokasi.

Baca Juga :  Terima Bantuan Permakanan dari Kemensos, 56 Lansia di Nunukan Jalani Uji Coba

“Jadi bantuan tersebut sampai di Long Bawan hari Minggu (25/9). Tapi Senin kemarin (26/9) baru diangkat ke Long Layu,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Basir mengungkapkan untuk mengangkut ratusan barang logistik dan melewati jalan yang tertimpa longsor tersebut, tim gabungan di lapangkan harus membuat jalan dan jembatan darurat dengan menggunakan potongan kayu agar bisa dilalui.

Baca Juga :  Kejari Nunukan Sita Uang Tunai Rp 600 Juta dari Direktur PT KCI

Sekadar informasi, bantuan dengan total 5,3 ton dari Pemerintah Kabupaten Nunukan tersebut diperkirakan telah selesai didistribusikan secara merata ke 13 desa dan 537 KK yang terisolir di Krayan Selatan. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

13 + nine =