Tingkatkan PAD, Bapenda Gratiskan Balik Nama Kendaraan di Sulsel

benuanta.co.id, MAKASSAR – Badan Pendapatan Daerah Sulawesi Selatan (Bapenda Sulsel) menggratiskan balik nama kendaraan. Upaya tersebut dianggap meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dalam bentuk pajak.

Mekanisme pembebasan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Kedua (Kedua (BBNKB-II) ini mulai diberlakukan sejak 1 September hingga 30 November 2022.

Kepala Bidang PAD Bapenda Provinsi Sulawesi Selatan, Dharmayani Mansyur mengatakan, pembebasan bea balik nama untuk memudahkan masyarakat memproses balik nama kendaraan yang dikuasai. Namun masih atas nama pemilik lama. Itu pun diberlakukan bagi kendaraan dari luar Sulsel masuk ke Sulsel.

“Secara regulasi,  3 bulan sejak mobil itu masuk ke Sulsel harusnya sudah balik nama, ternyata faktanya tidak begitu, tetap pakai kendaraan plat luar tapi di Sulsel, untuk mendaftar kembali di Sulsel kita bebaskan,” kata Dharmayani, Sabtu (24/9/2022) kemarin.

Baca Juga :  Jaga Integritas Petugas Pemilu, Bawaslu Awasi Perekrutan Ad Hoc

Dia menyebutkan, tanpa pembebasan ini nilai BBNKB-II yang wajib dibayarkan oleh masyarakat untuk balik nama kendaraan sedikitnya 1 persen dari nilai jual kendaraan, berdasarkan peraturan nilai jual yang berlaku di setiap daerah.

Dengan pembebasan BBNKB-II ini, kata Dharmayani, selain berpotensi menambah nilai penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Sulsel, juga memutakhirkan data base wajib pajak kendaraan sehingga memudahkan proses penarikan pajak kendaraan.

“Data base kita lebih akurat, penagihan lebih efektif akibatnya walaupun BBN kita satu kali ini menurun tapi akan meningkatkan PKB kita di masa yang akan datang, menarik pajak kendaraan yang selama ini membayar pajak di luar Sulsel,”  imbuhnya.

Baca Juga :  Ancaman Busur Kian Meresahkan di Makassar, Kapolrestabes Pastikan Tindak Tegas

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu Kepala Bapenda Sulsel, Andi Sumardi Sulaiman yang tak lain kakak kandung Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mendapat kritikan pedas dari Anggota Komisi C DPRD Sulsel, Andi Sugiarti Mangun Karim.

Pasalnya Kepala Bapenda Sulsel dianggap tertutup terhadap legislatif. Serta inovasi dalam upaya meningkatkan PAD tidak begitu signifikan.

Bahkan ketika rapat kerja bersama Komisi C DPRD Sulsel sebagai mitra Bapenda Sulsel, Andi Sumardi jarang hadir, padahal untuk membahas program – program prioritas.

Menurut Andi Sugiarti, bila Andi Sumardi bersama jajarannya di Bapenda membuka diri berdiskusi dengan pihak legislatif, begitu banyak sumber pendapatan yang bisa dimaksimalkan.

“Seandainya dia (Andi Sumardi) buka dialog dengan kami, banyak hal yang bisa kita bicarakan bersama. Taruhlah kemudian kita punya aset daerah, ini bisa dikelola dengan baik. Luar biasa, ini bisa meningkatkan PAD,” terangnya.

Baca Juga :  Jaga Integritas Petugas Pemilu, Bawaslu Awasi Perekrutan Ad Hoc

“Persoalannya kita tidak pernah duduk satu meja. Bahas lebih detail. Sekarang Bapenda berfokus pada apa yang sudah ada selama ini, tidak ada inovasi,” ujarnya.

“Kalau mau susah-susah sedikit ini Bapenda bisa pendapatan lebih besar. Tetapi kan, mereka punya standar kerja biasa saja. Kita berharap mereka bekerja luar biasa, lebih ekstra agar kita bisa meningkatkan PAD. Selama ini, kita ikuti maunya, tidak ada inovasi, tidak mau susah,” tutup Andi Ugi. (*)

Reporter: Akbar

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

16 − five =