Sempat Viral, Pelaku Persetubuhan Anak Bawah Umur dan Curanmor Dibekuk

benuanta.co.id, BULUNGAN – Setelah sebelumnya sempat viral sebuah rekaman video di akun instagram yang memperlihatkan aksi kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur yang diduga terjadi di Tanjung Selor.

Kini para pelaku berhasil di ringkus oleh Subdit IV Remaja, Anak dan Wanita (Renakta) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kaltara.

Direktur Reskrimum Polda Kaltara, Kombes Pol Jon Wesly Arianto melalui Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Kaltara, AKP Bahtiar mengatakan pada hari Jumat 23 September 2022 sekitar pukul 23.30 wita, telah diamankan 3 orang laki-laki yang diduga pelaku tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur itu berupa persetubuhan.

“Mereka ini diamankan terkait pemberitaan medsos Bulungan Terkini tentang pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur. Adapun pelaku diantaranya JO usia 18 tahun, TY usia 18 tahun dan SK usia 21 tahun,” ucap AKP Bahtiar kepada benuanta.co.id, Ahad 25 September 2022.

Baca Juga :  Korban Tenggelam Kedua Ditemukan, Pencarian Resmi Ditutup

Dia mengatakan, jika selain kasus persetubuhan terhadap anak dibawah umur ini, para pelaku juga tersangkut dengan kasus pencurian sepeda motor. AKP Bahtiar menjelaskan jika JO mengakui telah menyetubuhi korban, begitu juga dengan TY telah menyetubuhi korban sebanyak 4 kali, sedangkan SK terlibat kasus pencurian motor jenis Honda Beat bernomor polisi KU 3329 SA yang terjadi Jelarai Kilometer 2.

“Hasil interogasi terhadap 3 orang diduga pelaku ini, diperoleh informasi selain mereka bertiga ada 3 orang lagi yang diduga pelaku terlibat persetubuhan dan curanmor,” ujarnya.

Baca Juga :  Rutin Lakukan Sidak Kamar Hunian, Sipir Temukan Satu Pisau Rakitan

Pelaku lainnya diamankan di antaranya bernama AD (16) yang melakukan persetubuhan dengan korban sebanyak 2 kali dan pelaku curanmor, lalu MA (19) menyetubuhi korban 1 kali dan curanmor dan RB (18) yang juga menyetubuhi korban 1 kali dan curanmor.

“Setelah mendapatkan informasi, kami melakukan pengembangan ke Kota Tarakan dan pada tanggal 24 September 2022, kami amankan 3 pelaku lagi,” jelasnya.

Mantan Kapolsek Bunyu ini menyebutkan, ada 2 pasal yang disangkakan kepada para pelaku, yakni Pasal 81 ayat (3) dan pasal 82 ayat (1) Undang-Undang (UU) RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perppu Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan ke dua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak Juncto Pasal 76D dan Pasal 76E UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak Juncto Pasal 6 huruf a, b dan c UU RI Nomor 12 Tahun 2022 tentang TPKS disangkakan kepada JO, TY, AD, RB dan MA. Sementara penerapan Pasal 363 KUHP Juncto Pasal 55 diberikan kepada AD, RB, MA dan SK.

Baca Juga :  Pemindahan HSB ke Lapas Bontang, Kakanwil: Pemindahan Sesuai Prosedur

“Untuk motornya sudah tidak utuh, saat ditemukan telah dipreteli,” pungkasnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Matthew Gregori Nusa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × four =