Lantamal XIII Enggan Beri Kompensasi ke Warga Amal, Ini Gantinya

benuanta.co.id, TARAKAN – Persoalan saling klaim lahan antara warga Pantai Amal dan Lantamal XIII Tarakan pada Senin, 19 September 2022 lalu, hingga kini masih terus bergulir.

Menyikapi hal tersebut, Komandan Lantamal XIII Tarakan, Laksamana Pertama Fauzi menegaskan wilayah tersebut masuk ke dalam patokan aset negara yang sudah lama dikuasai oleh pihak TNI AL. Hal ini terhitung sejak penyerahan aset negara dari TNI AD ke TNI AL tahun 1958.

Baca Juga :  2 Tahun Jalin Kerja Sama, Guru Besar UBT Bawa Materi Pengembangan Metode PBL ke Faculty of Law Maastricht University

“Sudah lama dikuasai oleh Angkatan Laut, bahkan sudah dicatatkan di barang milik negara. Sementara pengakuan masyarakat ini tahun 2000-an,” tegasnya.

Persolan kompensasi yang diminta warga, ia menerangkan pihaknya tidak akan memberikan kompensasi. Menurutnya, TNI AL tidak memiliki wewenang atas kompensasi yang diminta, tetapi pihaknya akan memberikan kerohiman, namun masyarakat malah meminta Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

“Namanya kerohiman, tetapi malah diputar balikan namanya NJOP, ini kan indikasi maksudnya apa. Kalau kerohimankan sebatas kemampuan TNI AL, bukan kita sebenarnya kepentingan bersama untuk tidak bermasalahkan,” ucapnya.

Baca Juga :  Skincare Ilegal Sering Masuk di Tarakan, BPOM: Tersangka Utama Pakai Nama dan Nomor Palsu

Menurutnya kerohiman ini diberikan sesuai dengan batas kewajaran. NJOP tak bisa diberikan karena tak ada lahan yang tersertifikasi di area Bumi Perkemahan Binalatoeng tersebut.

Ia juga membeberkan mengenai orang yang dengan gamblang memperjualbelikan tanah milik negara, pihaknya terus melakukan pelacakan. Menurutnya perbuatan oknum ini sangat merugikan masyarakat yang dinilai tidak tahu menahu soal tanah milik negara.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Pungli di KSOP Tarakan Masih Terus Bergulir di Tangan Penyidik

“Karena masyarakat yang beli itu kasihan, ada 4 yang beli itu kemudian mereka diajak untuk melakukan demo, kalau pengawasan itu tetap kita lakukan,” bebernya.

Dalam hal ini, ia juga berniat bak bagi masyarakat yang dapat memberikan penjelasan hukum untuk bersama-sama duduk kembali dengan pihak TN AL. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 + 7 =