oleh

Sempat Trauma, Korban Perampokan di KTT Akhirnya Lapor Polisi

benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Wanita yang menjadi korban tindak pencurian disertai kekerasan yang terjadi di Kabupaten Tana Tidung (KTT) beberapa waktu yang lalu, akhirnya melaporkan kejadian tersebut di Kantor Polsek Sesayap.

Kapolsek Sesayap Ipda Abu Suhudi, mengatakan korban berinisial S baru saja melaporkan kejadian tindak kejahatan itu dan mengisi Berita Acara Pemeriksaan(BAP) kepolisian.

“Karena korban sudah melapor maka kita dikepolisian sudah memikiki legalitas untuk menindak lanjuti perkara ini,” kata Kapolsek, Kamis, 22 September 2022.

Abu Suhudi menjelaskan, saat ini kasus itu sudah masuk ketahap penyelidikan. Di mana para personel Satreskrim Polsek telah melakukan olah TKP dan penyelidikan.

“Sudah kita proses. Tapi untuk siapa tersangkanya kita belum tahu, karena kita juga baru mulai tahap penyelidikannya. Nanti kalau sudah ada hasil terbaru dari kasus ini baru kita buka lagi untuk publik,” terangnya.

Berita Terkait: Wanita di KTT Jadi Korban Perampokan, Dibekap Lalu Dipukuli Sampai Memar

Sementara itu, kepada benuanta.co.id, S menceritakan baru melaporkan kejadian tersebut karena ingin memulihkan diri terlebih dahulu. Sebab pasca kejadian korban sempat merasa trauma dengan peristiwa mengerikan itu.

“Siapapun pastinya akan syok, apalagi saya hanya bertiga dengan anak di rumah. Makanya saya ingin menenangkan diri dulu agar saya bisa menceritakan kejadian itu dengan jelas,” kata S.

Lebih dalam, S menjelaskan awalnya dirinya terbangun karena mendengar suara seperti ada orang yang memasuki rumahnya.

Namun ketika keluar kamar untuk memastikannya, S malah dibekap dan dipukul oleh seseorang yang tidak ia ketahui.

“Sekitar pukul 04.00 kejadiannya karena suara mengaji masjid sudah mulai terdengar, waktu dipukul itu saya berteriak tapi malah dipukul dan ditendang,” terangnya.

Karena tidak sanggup menerima tindak kekerasan terus-menerus oleh pelaku, S yang masih sadarkan diripun berpura-pura mengalami kejang. Akhirnya membuat pelaku ketakutan dan kabur sambil membawa HP milik S.

“Saya berdoa dalam hati saya dan refleks saya berupura-pura kejang, dan Alhamdulilah pelaku malah kabur karena ketakutan,” tuturnya.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang peduli dan memberikan suport kepada saya,” pungkasnya. (b22)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

five − four =