oleh

Program Kampus Merdeka Pejuang Muda

Dwi Awalia Arisca
(Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Administrasi
Universitas Islam Malang)

PEJUANG muda adalah laboratorium sosial yang memungkinkan mahasiswa untuk menggunakan ilmu dan pengetahuan untuk dapat memberikan dampak sosial pada masyarakat secara langsung. Program tersebut memberikan peluang bagi mahasiswa untuk membantu pengentasan kemiskinan dengan mahasiswa yang ikut program ini turun langsung di daerah-daerah yang butuh bantuan, yang bertujuan untuk mengupayakan percepatan penanggulangan masalah sosial di Indonesia.

Pejuang Muda mendapatkan tugas utama dan memfokuskan kinerja mereka pada dua program yaitu verifikasi dan validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) bertujuan untuk memperbarui dan melakukan check dan recheck langsung di lapangan, untuk memastikan apakah keluarga tersebut layak atau tidak menerima bantuan sosial PKH dan BPNT serta membuat projek sosial yang mana diharapkan projek tersebut dapat membantu memajukan kesejahteraan masyarakat yang ada di lokasi penugasan.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia meluncurkan gebrakan baru berupa program yang bertujuan untuk memajukan mutu pendidikan dan kualitas dari para pelajar maupun mahasiswa. Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia, Nadiem Anwar Makarim pada 24 Januari 2020 meluncurkan kebijakan Merdeka Belajar.

“Kebijakan Kampus Merdeka ini merupakan kelanjutan dari konsep Merdeka Belajar. Pelaksanaannya paling memungkinkan untuk segera dilangsungkan, hanya mengubah peraturan menteri, tidak sampai mengubah Peraturan Pemerintah ataupun Undang-Undang,” disampaikan Mendikbud dalam rapat koordinasi kebijakan pendidikan tinggi di Gedung D kantor Kemendikbud, Senayan Jakarta, Jumat (24/1/2020). Banyak program yang diluncurkan oleh kemendikbud dalam merealisasikan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan salah satunya adalah program Kampus Merdeka Pejuang Muda.

Pada Jum’at, 17 September 2021, Kementerian Sosial bekerja sama dengan Kementerian, Kementerian Agama dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) dan Ketua Komisi VIII DPR RI meluncurkan program Kampus Merdeka Pejuang Muda.

Pejuang muda adalah laboratorium sosial yang memungkinkan mahasiswa untuk menggunakan ilmu dan pengetahuan untuk dapat memberikan dampak sosial pada masyarakat secara langsung. Program ini akan memberikan peluang bagi mahasiswa untuk membantu pengentasan kemiskinan dengan mahasiswa yang mengikuti program ini serta turun langsung di daerah-daerah yang butuh bantuan.

Dilansir dari Republika.co.id, Menteri Sosial Bu Risma mengatakan bahwa Ide Pejuang Muda Kemensos ini merupakan bagaimana melahirkan para mahasiswa yang secara detail bisa memahami (mengapa) kemiskinan itu terjadi dan bagaimana menyelesaikannya dengan mencari akar masalahnya,” Jumat (17/9).

Oleh karena itu, untuk memecahkan dan memahami masalah tersebut, mahasiswa diarahkan untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama setempat dan pemangku kepentingan mobilisasi sosial setempat. Mahasiswa juga diharapkan belajar dan mampu untuk menghadapi tantangan belajar dari warga tempat penugasan mahasiswa Pejuang Muda.

Kampus Merdeka Pejuang Muda merupakan laboratorium sosial yang memungkinkan mahasiswa untuk menggunakan ilmu dan pengetahuan untuk dapat memberikan dampak sosial pada masyarakat secara langsung, hal ini merupakan salah satu upaya percepatan penanggulangan masalah sosial di Indonesia.

Dalam program ini, mahasiswa berperan sebagai agen perubahan sosial dengan menggambar peta masalah, mengidentifikasi alternatif solusi, merumuskan masalah, merencanakan sumber daya dan capaian, menggalang partisipasi elemen masyarakat, implementasi dan pelaporan, serta pengukuran dampak.

Program pejuang muda memiliki empat proyek yaitu pengembangan program bantuan sosial, pemberdayaan masyarakat miskin, dan lanjut usia, pola hidup sehat dan kesehatan lingkungan, serta fasilitas kepentingan umum, yang bertujuan untuk mewujudkan program pemberdayaan sosial dan kewirausahaan sosial yang dirancang khusus untuk membangun komunitas lokal.

Adapun ruang lingkup kerja mahasiswa dalam Pejuang Muda yaitu mahasiswa turun langsung ke daerah yang membutuhkan bantuan, mahasiswa akan berkolaborasi (magang) di Kementerian Sosial untuk mendukung program-programnya bersama Kementerian Sosial, mahasiswa akan merancang dan mengeksekusi program sosial yang relevan untuk daerah tersebut dan mahasiswa juga akan merancang digital campaign untuk mendukung program sosial yang dijalankan.

Namun, mahasiswa Pejuang Muda mendapatkan tugas utama dan memfokuskan kinerja mereka pada dua program yaitu verifikasi dan validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan membuat projek sosial yang mana diharapkan projek tersebut dapat membantu memajukan kesejahteraan masyarakat yang ada di lokasi penugasan. Data masyarakat yang di verifikasi dan di validasi oleh mahasiswa Pejuang Muda adalah DTKS dari masyarakat penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Verifikasi dan validasi tersebut bertujuan untuk memperbarui dan melakukan check dan recheck secara langsung di lapangan, untuk memastikan apakah keluarga tersebut layak atau tidak menerima bantuan sosial PKH dan BPNT yang keputusan tersebut ditentukan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia, yang diketahui sendiri bahwa pemberian bantuan sosial BPNT dan PKH di Indonesia masih belum merata dengan artian pemberiannya masih belum tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Program Pejuang Muda, penulis mendapatkan tugas penempatan di Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara.

Sehingga, kegiatan verifikasi dan validasi DTKS tentunya dilakukan di seluruh wilayah Kota Tarakan yang terdiri dari 4 kecamatan yaitu Tarakan Utara, Tarakan Timur, Tarakan Barat, dan Tarakan Tengah. Masing-masing penempatan terdiri dari minimal satu kelompok, dan untuk penempatan Kota Tarakan, ada satu kelompok yang terdiri dari 10 orang yang ditugaskan untuk melaksanakan tugas utama dan membantu menyelesaikan permasalahan sosial di Kota Tarakan. Sehingga, penulis bersama tim yang beranggotakan 10 orang dari kampus yang berbeda dari seluruh universitas yang ada di Indonesia bekerja sama dalam menyelesaikan tugas utama dari program ini yaitu melakukan verifikasi dan validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan membuat projek sosial di Kota Tarakan.

Untuk projek kedua di program Pejuang Muda adalah membuat projek sosial di kota penugasan, yang dinamakan sebagai team based on project dengan tujuan untuk membantu memajukan dan mensejahterakan kota tersebut. Pada awalnya tim Pejuang Muda Kota Tarakan merencanakan untuk membangun rumah hidroponik untuk warga Kota Tarakan.

Kegiatan Team Based on Project yang Bernama “Kegiatan Grenora (Green House in Your Area)” dengan harapan rumah hidroponik tersebut dapat dilaksanakan dan diteruskan oleh pihak lain dengan tujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan nabati masyarakat Kota Tarakan, khususnya masyarakat Kelompok Penerima Manfaat (KPM) hingga selesainya masa tugas Tim Pejuang Muda di Kota Tarakan.

Pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang memenuhi kebutuhan hidup masa sekarang dengan mempertimbangkan pemenuhan kebutuhan hidup generasi mendatang. Prinsip utama dalam pembangunan berkelanjutan adalah pertahanan kualitas hidup bagi seluruh manusia di masa sekarang dan di masa depan secara berkelanjutan. Pembangunan berkelanjutan dilaksanakan dengan prinsip kesejahteraan ekonomi, keadilan sosial, dan pelestarian lingkungan.

Pendekatan yang digunakan dalam pembangunan berkelanjutan merupakan pendekatan yang menyeluruh. Dalam hal ini kami berharap keberlanjutan program proyek sosial ini akan terus berlanjut karena dengan program ini dirasa cocok dengan kebutuhan yang dibutuhkan masyarakat setempat demi pemenuhan makanan dan dapat memberikan manfaat dengan masyarakat setempat guna memberdayakan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat baik dalam hal pemenuhan gizi dan kesehatan masyarakat setempat untuk itu kami menargetkan program ini akan tetap berkelanjutan untuk pemenuhan kebutuhan Masyarakat setempat walaupun nantinya kami para pejuang muda telah usai melakukan tugas di kota Tarakan.

Namun, karena keterbatasan waktu dan biaya yang dimiliki oleh Tim Pejuang Muda Ketika pengabdian maupun pihak Pemerintah daerah, maka wacana sebelumnya yang sudah direncanakan tidak bisa direalisasikan, namun tim Pejuang Muda berserta Pemda dan Stakeholder lainnya mendapatkan solusi untuk mengantisipasi wacana sebelumnya dengan mengusulkan untuk mengadakan kegiatan pelatihan dan sosialisasi penanaman hidroponik
kepada masyarakat KPM.

Pada kegiatan pelatihan dan sosialisasi penanaman hidroponik oleh Pejuang Muda Kota Tarakan kami melibatkan 25 warga fakir miskin dan kurang mampu dari kelurahan karang harapan kecamatan Tarakan Barat. Sebelumnya kami juga sudah melakukan konfirmasi kepada koordinator kota, pendamping PKH, serta ketua lurah setempat mengenai kegiatan ini yang melibatkan para warganya.

Alasan kami melibatkan KPM karena supaya sejalan dengan kegiatan Pejuang Muda yaitu melakukan verifikasi dan validasi data DTKS bagi penerima bantuan sosial BPNT dan PKH kemudian juga agar sinkron dengan salah satu program Pejuang Muda yaitu pemberdayaan fakir miskin dan lansia. Harapannya dengan adanya kegiatan pelatihan greenora para warga selain teredukasi dan dapat memenuhi kebutuhan nabatinya dengan mudah warga juda bisa memanfaanfaatkan barang-barang bekas yang ada disekitarnya.

Kegiatan Grenora (Green House in Your Area) oleh Pejuang Muda Kota Tarakan dilaksanakan pada Sabtu, 19 Desember 2021 di Taman Saung Tani Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tarakan yang berada di Kelurahan Karang Harapan. Ketika pelaksanaan berlangsung, kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Tarakan, Lurah Kelurahan Karang Harapan dan pejabat-pejabat daerah lainnya. Setelah melalui berbagai rangkaian acara sambutan, acara utama pada hari ini adalah sosialisasi hidroponik dan pelatihan penanaman hidroponik kepada masyarakat KPM (Keluarga Penerima Manfaat) di daerah kelurahan Karang Harapan.

Kegiatan pertama 10 adalah sosialisasi yang disampaikan oleh Ibu Nur Aisyah, S.TP selaku pemateri dan perwakilan dari Dinas Pertanian Kota Tarakan. Setelah kegiatan sosialisasi berlangsung, langsung dilanjutkan dengan kegiatan pelatihan tanaman hidroponik oleh masyarakat KPM selaku tamu yang datang pada acara tersebut. Kegiatan pelatihan dilakukan pada di tempat yang sama, dan dipimpin langsung oleh ibu Nur Aisyah, S.TP.

Penanaman yang diajarkan kepada masyarakat adalah penanaman hidroponik dengan menggunakan bahan dasar dan peralatan yang sederhana. Dan, selama kegiatan berlangsung para masyarakat yang dilatih sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pelatihan dari awal hingga akhir karena bagi masyarakat KPM, pada saat itulah pertama kalinya mereka menyaksikan dan mempraktekkan secara langsung bagaimana cara melakukan penanaman hidroponik yang ramah untuk di sekitar lingkungan mereka.

Dari laporan pertanggungjawaban di atas dapat disimpulkan bahwa seluruh program kerja yang telah kami buat 95% terlaksana dan 5% tidak sesuai rencana. Demikian Laporan Pertanggungjawaban Team Based Project sebagai upaya Sosialisasi dan Pelatihan Penanaman hidroponik berjudul “GREENORA: Green House in your Area” ini kami buat sebagai laporan yang bisa kami laporkan kepada Panitia Penyelenggara Pejuang Muda bahwasanya kami telah menjalankan amanah yang diberikan kepada kami, oleh karena itu apabila dalam penyusunan dan penyampaian kami terdapat kekurangan atau kesalahan, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya karena tidak sepenuhnya amanah ini kami jalankan.

Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu dalam pelaksanaan proses Team-Based Project ini. Kami mengucapkan terima kasih pula kepada seluruh pihak yang telah berkenan menyukseskan sosialisasi dan pelatihan penanaman hidroponik GReENORA karena Team-Based on Project ini tidak dapat kami jalankan tanpa dukungan Bapak/Ibu sekalian. Kami tim Pejuang Muda Kota Tarakan sangat membutuhkan kritik dan saran dari pihak mana pun agar kami dapat mengetahui dimana letak kesalahan kami demi kemajuan dan memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat dan lainnya.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

18 − 15 =