oleh

Dituding Langgar Kesepakatan, Ini Tanggapan Direktur Maxim

benuanta.co.id, NUNUKAN – Taksi online Maxim dituding telah melanggar kesepakatan bersama yang telah dibuat dengan pihak antara Serikat Pengemudi Angkutan Umum Nunukan (SPAUN), Direktur Maxim, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Nunukan dan Kasat Lantas Polres Nunukan pada (1/9/2022). Kesepakatan itu menyatakan bahwa Maxim roda empat tidak akan beroperasi sebelum mengantongi izin dari provinsi.

Namun Bendahara SPAUN, Leo mengatakan masih mendapati beberapa pengemudi roda empat Maxim masih beroperasi di Nunukan.

“Kita sudah sempat dapat dua orang pengemudi Maxim yang masih beroperasi, kita sempat tahan lalu kita serahkan ke ke Satuan Lalu Lintas Polres Nunukan, itu kan bukti bahwa mereka sudah melanggar kesepakatan,” ungkap Leo kepada benuanta.co.id, Kamis (22/9/2022)

Menanggapi tudingan tersebut, Direktur Maxim Nunukan, Harianti Kadir mengatakan setelah ada kesepakatan tersebut pihaknya sudah menyampaikan kepada pengemudi roda empat untuk menonaktifkan dan tidak beroperasi sementara hingga ada izin Angkutan Sewa Khusus (ASK) dari Provinsi.

“Kita tidak bisa menonaktifkan fitur roda empat di Aplikasi karena kalau itu dinonaktifkan, maka fitur yang lainnya juga akan off, itu semua fitur saling terkoneksi, makanya kita hanya minta mereka untuk tidak beroperasi dulu,” ujar Harianti.

Mengenai didapatinya ada pengemudi roda empat Maxim yang tetap beroperasi bahkan sempat di tahan oleh sopir angkot, Harianti membenarkan adanya tindakan tersebut, yang mana itu terungkap setelah sopir angkot menyamar menjadi customer Maxim.

Kendati begitu, Harianti menegaskan bahwa itu bukan tanggungjawab dari Maxim, lantaran pihaknya sudah melarang untuk beroperasi karena sudah adanya kesempakatan.

“Jadi, kalau ada pengemudi yang melanggar kesepakatan ya itu kesalahan pengemudi itu sendiri, itu memang benar ada yang didapat, jadi langsung dibawa ke kantor polisi, itu mobilnya sempat ditahan empat hari baru dibebaskan oleh lantas,” ungkapnya.

Disampaikannya, hingga saat ini pihaknya masih meminta kepada pengemudi Maxim untuk tidak beroperasi dulu, hingga menunggu perizinan ASK sudah keluar dari Pemprov Kaltara.

“Kita masih menunggu izin keluar, kalau ditanya kapan bisa beroperasi lagi, saya belum tahu kapan pastinya,” tandasnya. (*)

Reporter : Novita A.K

Editor: Yogi Wibawa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

9 − eight =