oleh

BNPP RI Gelar Rakor Pengembangan Kawasan OBP Segmen Sungai Simantipal

benuanta.co.id, NUNUKAN – Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI) Dr. Robert Simbolon gelar rapat koordinasi percepatan pengembangan kawasan eks outstanding boundary problems (OBP) segmen sungai simantipal, Kecamatan Lumbis Pansiangan, di ruang pertemuan Hotel Laura, Kamis, 21 September 2022.

Dalam rapat itu juga dihadiri secara langsung sebanyak 13 kepala desa dan tokoh masyarakat di Kecamatan Lumbis Pansiangan dan Forkompinda yang ada di Nunukan.

Pada kesempatan tersebut Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid, mengatakan pihaknya melakukan rakor bersama dengan BNPP RI untuk menyampaikan aspirasi pemerintah daerah Kabupaten Nunukan, terkait pengembangan kawasan OBP segmen sungai simantipal.

“Beberapa lalu sudah disepakati terkait batas negara, saat ini masih menunggu aksi pemerintah apa gitu. Jadi percuma disepakati kalau tidak ada kelanjutannya,” kata Laura.

Lanjut dia, rapat yang digelar nantinya akan ada solusi langkah apa yang akan ditempuh, seperti pembebasan lahan dan rencana aksi, dan ini adalah tahapan dan perjuangan masyarakat dan pemerintah terkait pengembangan OBP Simantipal.

Kata Laura, lebih mudah nantinya untuk mengwujudkan ketika akses jalan sudah ditingkatkan dari Mansalong ke Labang, sebenarnya sudah tembus hanya belum fungsional.

“Baik masyarakat dan pemerintah mendorong untuk meningkatkan sehingga masyarakat dari Mansalong ke Tau Lumbis bisa ditempuh melalui darat, sehingga mobilisasi barang-barang juga akan lebih murah,” jelasnya.

Selain itu, Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI) Dr. Robert Simbolon, menuturkan wilayah perbatasan harus berkompetisi dengan wilayah tetangga, jangan sampai ketinggalan. “Kita harus unggul dari negara tetangga,” ujarnya.

Pihaknya akan melakukan upaya maksimal untuk memastikan bahwa wilayah perbatasan berkembang, dengan pertemuan ini semangat itu bisa di terjemahkan dalam langkah-langkah kongkrit. (*)

Reporter: Darmawan

Editor: Yogi Wibawa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

thirteen + 13 =