Lestarikan Tradisi Adat, Tulak Bala Tana Tidung Pecahkan Rekor Muri

benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Menyambut bulan Safar, Pemerintah Kabupaten Tana Tidung (KTT) menggelar tradisi turun – temurun adat Tidung yakni Tulak Bala. Acara Tulak Bala kali ini sekaligus memecahkan rekor muri dengan mempersiapkan 67.693 ketupat sebagai persembahan dalam menggelar Tulak Bala tahun ini.

Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali menjelaskan tradisi adat ini memiliki makna tersendiri bagi suku Tidung yang mana ketupat yang berisikan beras ketan, diartikan dapat merekatkan semua dosa yang kemudian dileburkan dalam ritual atau panjatan doa menolak hal buruk kepada sang pencipta Allah SWT.

Baca Juga :  Bupati Ibrahim Ali Minta Guru Terus Menjadi Pelita Kecerdasan

“Setiap suku dan bangsa memiliki tradisinya sendiri. Karena itulah bukti kekayaan bangsa kita termasuk suku Tidung yang memiliki tradisi Tulak Bala,” kata Bupati KTT, Ibrahim Ali pada Rabu, 21 September 2022.

Ia mengatakan esensi dan inti dari nilai-nilai adat yang ada dalam pergelaran tulak balak ini, ialah untuk meminta perlindungan Allah SWT agar dijauhkan dari segala sesuatu yang baru.

Baca Juga :  Kepala OPD Diminta Implementasikan E-Arsip

“Murni untuk pemanjatan doa. Tapi di tahun ini (2022) kita juga ingin memecahkan rekor penyiapan ketupat yang akan kita bagikan ke masyarakat,” ujarnya lagi.

“Kenapa harus ada rekor, agar tradisi kita suku Tidung semakin dikenal dan semakin diakui sebagai salah satu kekayayan bangsa Indonesia,” terangnya.

Dalam kegiatan Tulak Bala ini juga, ia meminta agar para ketua-ketua adat bersama masyarakat saling bahu-membahu memanjatkan doa agar KTT senantiasa dapat perlindungan Allah S.W.T.

Baca Juga :  Kepala OPD Diminta Implementasikan E-Arsip

Tak hanya itu, ia juga berpesan kepada generasi muda KTT agar selalu bisa menjaga tradisi, adat dan budaya KTT agar selalu terjaga dan tidak dilupakan oleh zaman.

“Namanya kekayaan alam tentunya harus kita lestarikan karena inilah salah satu bukti kalau suku tidung juga punya adat, budaya dan adat-istiadat. Tentunya, sebagai anak Tidung, kita harua menjaga kekayaan kita,” pungkasnya. (*)

Reporter : Osarade

Editor : Nicky Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nine + eighteen =