oleh

Murka Tanahnya Hendak Diambil Alih, Warga: Mereka Tidak Mau Jelaskan! 

benuanta.co.id, TARAKAN – Masyarakat yang memiliki lahan di area Bumi Perkemahan Binalatoeng, Kota Tarakan dibuat murka akibat penjagaan oleh anggota TNI AL di depan pintu masuk Bumi Perkemahan. Penjagaan ini dilakukan oleh pihak TNI AL karena diduga akan didirikan bangunan oleh Kementrian

Berdasarkan pantauan benuanta.co.id, aksi ini berdampak kepada aktivitas jalanan yang diblokade oleh warga. Pemblokadean ini sebagai rasa kekecewaan mereka terhadap tanah milik warga yang hendak diambil alih.

Salah satu warga yang memiliki tanah di dalam Bumi Perkemahan Binalatoeng, Jefri Loboran mengatakan pada Senin, 19 September 2022 sore ia dibatasi dengan waktu yang ditentukan oleh pihak TNI AL. Padahal ia hendak masuk untuk mengecek lokasi usaha miliknya sendiri dalam bentuk kandang ayam.

“Katanya ada kegiatan saya tanya apa. Mereka (TNI AL) tidak mau jelaskan, jadi saya kemarin diberikan limit waktu,” ujarnya, Selasa (20/9/2022).

Ia menjelaskan sudah memiliki usaha kandang ayam itu selama 3 tahun lamanya. Sebelum membangun ia juga tidak mendapatkan intimidasi atau teguran dari pihak TNI AL untuk tidak membangun di area tersebut.

“Katanya mau dibuat MCC, setelah itu langsung datang plang tulisannya tanah ini milik angkatan laut kan tidak masuk akal,” tegasnya.

Ia menyebutkan sudah membeli tanah itu pada tahun 2005 silam dengan luas 15×40 meter dan kondisi saat itu yang masih hutan belantara. Saat ini ia juga telah memegang surat kepemilikan berupa peta bidang. Kendati belum meningkatkan surat kepemilikan menjadi sertifikat, ia tetap tak rela jika tanah miliknya diambil alih begitu saja.

“Waktu tahun 2020 lalu saya mau sertifikatkan tapi belum boleh karena masih masuk wilayah rimba atau hutan kota, saya sudah komunikasi ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan ditegaskannya itu bukan masuk tanahnya TNI Angkatan Laut,” sebutnya.

UNJUK RASA: Gesekan antara masyarakat dan personel TNI AL yang berjaga-jaga di area Bumi Perkemahan Binalatoeng. (Foto: Endah Agustina/Benuanta)
UNJUK RASA: Gesekan antara masyarakat dan personel TNI AL yang berjaga-jaga di area Bumi Perkemahan Binalatoeng. (Foto: Endah Agustina/Benuanta)

Sebelumnya, pihak warga bersama TNI AL juga sempat melakukan hearing bersama DPRD Kota Tarakan, adapun hasil keputusan itu dikatakannya tak boleh ada pembangunan apapun sebelum terdapat penyelesaian.

“Tapi kemarin mereka sudah ada aktivitas, berarti mereka sudah melanggar tidak menghargai dewan. Apa yang diberikan ke masyarakat, kompensasinya apa ke masyarakat,” terangnya.

Sementara itu, tim benuanta.co.id juga telah melakukan cross check ke lokasi yang dimaksud. Tim benuanta pun telah mecoba meminta keterangan dari pihak TNI AL namun hingga berita ini diturunkan, pihak TNI AL masih enggan memberikan komentar. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Yogi Wibawa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

4 + seven =