Satgas Pamtas Ajarkan LKBB, Penggunaan Teropong dan Kompas ke Pelajar di Desa Tabur Lestari

benuanta.co.id, NUNUKAN – Satgas Pamtas Darat RI-Malaysia Yonif 621/Manuntung, Personel Pos Sei Menggaris mengajarkan Latihan Kegiatan Baris Berbaris (LKBB), penggunaan teropong dan kompas kepada anak SDN 01 dan SMP 01 Desa Tabur Lestari, Kecamatan Sei Menggaris, Kabupaten Nunukan.

Dansatgas Pamtas Darat RI-Malaysia Yonif 621/Manuntung, Letkol Inf Deny Ahdiani Amir mengatakan kehadiran Satgas Pamtas harus berdampak positif bagi kehidupan masyarakat khususnya anak-anak perbatasan.

Baca Juga :  Lanal Nunukan Amankan Kosmetik Ilegal Asal Malaysia Senilai Rp 500 Juta

“Kita melihat minimnya pengetahuan anak-anak di perbatasan tentang baris berbaris, jadi kita berinisiatif untuk mengajarkan LKBB,” ujar Deny, Ahad (18/92022).

Dikatakannya, sebelum melaksanakan kegiatan tersebut, personel telah melakukan koordinasi dengan sekolah-sekolah yang ada di Kecamatan Sei Menggaris.

“Ada sembilan orang personel yang mengisi kegiatan pramuka secara serentak di SDN 01 dan SMPN 01 Desa Tabur Lestari Kecamatan Sei Menggaris,” katanya.

Baca Juga :  Jual Diri Lewat MiChat, 4 Wanita Diduga PSK Diamankan Polisi di Nunukan, Ada Warga Tarakan!

Dijelaskannya, LKBB yang diberikan untuk mempersiapkan anak SDN 01 dalam mengikuti perlombaan gerak jalan se Kecamatan Sei Menggaris yang akan diadakan bulan November mendatang.

“Kalau untuk anak SMP personel Pos kita mengajarkan materi menaksir jarak dengan menggunakan teropong serta mengajarkan cara menggunakan kompas dengan baik dan benar,” ungkapnya.

Deny mengungkapkan, dengan adanya pelatihan tersebut, anak-anak sangat antusias dan semangat menerima materi yang diajarkan oleh personel.

Baca Juga :  Kadivpas Jumadi Berdialog Dengan WBP Lapas Nunukan, Pesan Jaga Kondusifitas

“Kita melihat antusias mereka yang semangat dan tersenyum tentunya, personel pos juga merasa senang dan bangga bisa mengajar anak-anak di perbatasan demi bakti dan cinta tanah air.” pungkasnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Matthew Gregori Nusa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

12 + six =