benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat, terkait penggunaan 2 persen Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk mengatasi inflasi daerah, Bupati Kabupaten Tana Tidung (KTT) Ibrahim Ali akan membuat program jitu untuk atasi inflasi daerah.
Meski saat ini indeks inflasi di KTT belum diketahui secara pasti, namun karena adanya inflasi ekonomi di Kota Tarakan dan Kabupaten Bulungan, membuat KTT pasti akan ikut terdampak.
“Database mengenai tingkat inflasi kita memang belum ada, karena BPS tidak masuk dalam ruang lingkup itu. Tapi KTT ini kebanyakan mengandalkan kebutuhan Pangan daru luar, makanya dampak inflasi itu pasti ada. Apalagi Kabupaten Bulungan masuk dalam salah satu Daerah di Indonesia yang mengalami inflasi paling tinggi sekitar 7 persen,” kata bupati KTT, Ibrahim Ali pada Ahad, 18 September 2022.
Ia pun menegaskan, guna menghindari dampak inflasi itu setiap OPD yang bertugas mengatasi inflasi harus menjalankan program ekonomi dengan tepat sasaran, seperti memberikan Bantuan Sosial(Bansos) ataupun membuka kegiatan pasar murah.
“Setiap terjadi inflasi ekonomi di hari-hari besar keagamaan kegiatan pasar murah selalu menjadi solusi untuk masyarakat. Sehingga besar kemungkinan, kita akan melakukan subsidi Sembako di Pasar murah,” ujarnya.
Tak hanya itu, orang no satu di KTT itu juga akan menekankan pihak Baznas untuk menyalurkan zakat secara tepat dan menyesuaikan pembagian zakat dengan data jumlah mustahik yang ada di KTT.
“yang berjalan terus saat ini kan, zakat profesi dari Aparatur Sipil Negara(ASN) kita, sehingga zakat untuk para mustahik ini juga harua terus dijalankan,” bebernya.
“Selain zakat sisanya biar Pemkab bersama DPRD yang memikirkannya, karena kita juga sudah dapat mandat dari Pemerintahan Pusat, terkait penggunaan 2 persen APBD ini,” terangnya.
Mengenai naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sendiri, Ibrahim mengaku sangat mendukung kebijakan itu, mengingat kondisi ekonomi Negara Indonesia saat ini juga tidak sedang baik-baik saja.
Meski demikian, ia juga menyampaikan kalau kenaikan harga BBM ini juga harus bisa membangun kembali ekonomi Indonesia, agar masyarakat kecil tidak terlalu kesusahan
“Intinya kita sangat mendukung kebijakan Pemerintah Pusat, apalagi sudah ada strategi pencegahan inflasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat. Hanya saja hal ini jangan dibiarkan berlarut, kalaupun subsidi BBM dicabut penggunaan anggaran yang tersedia juga harus tepat sasaran,” pungkasnya.(*)
Reporter: Osarade
Editor: Ramli







