Tertangkap Basah, AN Dibekuk Polisi saat Beli Sabu di Aki Balak

benuanta.co.id, TARAKAN – Pria berinisial AN, terpaksa diamankan oleh Unit Patmor Samapta Polres Tarakan karena terciduk melakukan transaksi sabu-sabu. Penangkapan ini diawali dengan keluarnya AN dari Gang Mitra, Jalan Aki Balak pada Jumat, 2 September 2022 sekira pukul 23.30 WITA.

Kasat Reskoba Polres Tarakan, IPTU Dien F Romadhoni melalui KBO Reskoba, IPDA Amiruddin menjelaskan awalnya personel Samapta curiga dengan AN yang baru saja keluar dari Gang Mitra. Kemudian, personel langsung memberhentikan AN dan melakukan penggeledahan badan.

Baca Juga :  ICJR Kirim "Amicus Curiae" untuk Ringankan Vonis Richard Eliezer

“Karena memang itu gang kan biasa dijadikan tempat transaksi sabu-sabu. Pada saat diamankan ditemukan barang bukti 1 bungkus sabu-sabu dengan berat 0,49 gram di kantong celananya,” jelasnya, Selasa (13/9/2022).

Pada saat ditanyai petugas, AN mengaku baru saja membeli sabu di dalam gang tersebut. Namun, saat tim Patmor hendak mencari pengedar tersebut, tak ditemukan seorangpun.

“Mungkin sudah tahu karena ramai kan waktu penangkapan itu, dan sepi sudah tidak ada orang di gang itu,” sebut Amir.

Baca Juga :  Sekolah di Sembakung Terendam Banjir, Pelajar Diliburkan  

Setelahnya tim langsung membawa AN ke Satresnarkoba untuk diproses lebih lanjut.

Lebih jauh Amir menguraikan, AN juga dilakukan tes urin dan hasilnya positif mengkonsumsi metaphetamine. Pengakuan AN juga ia telah 3 kali membeli sabu di wilayah tersebut dan ia gunakan dengan temannya.

“Dia sudah sering konsumsi, jadi tujuannya dia pakai aja. Tak pernah dijual, dia pakai untuk kerja aja, dia kerja buruh serabutan,” sebutnya.

Baca Juga :  Awas! Merokok di Jalan Bisa Kena Denda Loh

Atas tindakan tidak terpuji AN ia disangkakan Pasal 112 Ayat 1 subsider Pasal 127. Amir menuturkan, pihaknya berencana akan melakukan asesmen. Nantinya jika hasil asesmen keluar AN harus di rehabilitasi, diharapkan ia dapat menjalani hukumannya dulu saat ini.

“Kita tunggu hasil pengadilan aja lah, soalnya kita tidak ada panti rehabilitasi. Apakah nanti keputusannya rehab dulu baru hukuman atau hukuman dulu baru rehab,” pungkasnya. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Matthew Gregori Nusa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *