Ada Apa? Pemerintah Sarawak Malaysia Kembali Tutup Perlintasan di Perbatasan

benuanta.co.id, NUNUKAN – Pemerintah Sarawak Malaysia kembali menutup akses pintu keluar masuk di perbatasan Long Midang, Indonesia dan Ba Kelalan, Malaysia sejak Selasa, 13 September 2022 hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Saat dikonfirmasi oleh benuanta.co.id terkait informasi tersebut, Kepala Imigrasi Kelas II Nunukan, Washington Saut Dompak membenarkan bahwa jalur perilntasan perbatasan Long Midang-Ba kelalan kembali ditutup sejak Selasa oleh pihak Pemerintah Sarawak Malaysia.

“Itu benar, pihak Pemerintah Sarawak Malaysia kembali menutup perlintasan baik orang maupun perlintasan barang di perbatasan Long Midang-Ba kelalan,” ujar Washington, Rabu (14/9/2022).

Washington menyampaikan bahkan untuk kepentingan emergency yang selama ini diperbolehkan, saat ini tidak diperbolehkan lagi. Berdasarkan informasinya yang diterima pihaknya kebijakan lockdown tersebut didapatkan dari Police Lawas ke Tentera Diraja Malaysia (TDM) yang bertugas di Bakelalan.

Baca Juga :  TNI AL dan Bea Cukai Nunukan Gagalkan Penyelundupan Barang Branded Asal Malaysia 

“Segala bentuk perlintas baik itu statusnya emergency ditutup, informasinya karena kasus Covid-19 Sarawak Malaysia kembali meningkat, makanya pintu perbatasan ditutup,” ucapnya.

Adanya kebijakan tersebut yang dikeluarkan oleh pihak Sarawak Malaysia, pihaknya berharap masyarakat Krayan dapat menghormati keputusan dan kebijakan yang dilakukan oleh Malaysia.

“Ini adalah kebijakan negara lain, tentunya kita harus menghormati itu dan berharap agar kasus Covid di sana segera berkurang supaya pintu perbatasan Long Midang-Ba kelalan segera dibuka kembali,” katanya.

Terpisah, Camat Krayan Ronny Firdaus mengatakan pintu perbatasan yang kembali ditutup merupakan kebijakan dari pihak Pemerintah Sarawak Malaysia.

Baca Juga :  301 WNI Bermasalah Dideportasi dari Malaysia

“Sebenernya kita semua kan sudah tahu per 1 April 2022 lalu semuanya sudah terbuka kembali oleh pihak Pemerintah Malaysia dan Indonesia, tapi karena Malaysia ini kan negera federal jadi punya kebijakan sendiri-sendiri jadi yang kebijakan penutupan ini itu adalah kebijakan Pemerintah Sarawak,” kata Ronny.

Ronny menyampaikan, Pemerintah Sarawak Malaysia mempunyai otoritas khsus sehingga yang dikatakan pemerintah belum mengumumkan secara resmi bahwa sudah lepas dari Covid-19 itu khusus di Sarawak sehingga mereka mengambil kebijakan tersebut.

“Jadi semua bentuk perlintasan ditutup baik orang, barang, emergency, padahal baru dibuka perlintasan untuk barang, inilah yang kita bingungkan. Tapi ini adalah kebijakan dari sana kalau mereka katakan ditutup ya ditutup kita bisa melakukan apa-apa,” ungkapnya.

Baca Juga :  BP3MI Kaltara Terima Pemulangan Ratusan WNI dari Tawau Malaysia

Ia juga tidak memungkiri masyarakat Krayan sangat bergantung dengan Sarawak Malaysia untuk pemenuhan kebutuhan sehingga Ronny berharap pihak konsultan RI yang berada di Sarawak Malaysia bisa melakukan pendekatan-pendekatan dengan pihak pemerintah Sarawak Malaysia sehingga pintu perbatasan Long Midang-Ba kelalan bisa dibuka kembali.

“Kita berharap perwakilan pemerintah kita yang berada di Sarawak Malaysia bisa melakukan pendekatan sehingga dalam waktu dekat ini pintu perbatasan bisa kembali dibuka, baik untuk perlintasan orang maupun barang,” tandas Ronny. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *