Tenaga Pendidik di Gereja dan Masjid Akan Diberikan Bantuan Uang Tunai dan Kartu BPJS Ketenagakerjaan

benuanta.co.id, NUNUKAN – Sebanyak 1.500 khatib, imam, pendeta, guru ngaji dan guru sekolah minggu di Kabupaten Nunukan ditargetkan untuk memiliki BPJS Ketenagakerjaan, hal itu dilakukan untuk pemerintah daerah dan bekerja sama dengan Baznas Nunukan.

Ketua Baznas Kabupaten Nunukan, H. Zahri Fadli mengatakan pihaknya telah melakukan MoU ada 1.500 Khatib, Imam, Guru Ngaji dan tokoh Agama yang akan ditanggung pembiayaan BPJS ketenagakerjaan.

Kata H. Zahri, standar gaji mereka itu Rp2 juta yang dihitung ketika mereka mengalami musibah, contoh ketika meninggal dunia secara otomatis akan mendapatkan santunan Rp80 juta jika kecelakaan, namun jika meninggal dunia Rp42 juta itu dihitung dari gaji mereka.

Baca Juga :  Dua Desa di Sembakung Dilanda Banjir, Sejumlah Fasilitas Umum Terendam Air

Tidak hanya itu, ada juga jaminan sosial lainnya seperti wali waris jika masih sekolah akan mendapatkan beasiswa sebanyak dua orang dari tingkat SD hingga diperguruan tinggi.

“Wali waris anak-anak akan terjamin pendidikannya dari BPJS ketenagakerjaan, kami hanya menanggung bulanannya saja,” kata H. Zahri,  Selasa (13/9/2022).

Selain itu, Kabag Kesra Setda Nunukan, H. Tuwo mengatakan pihaknya akan menanggung biaya pendeta, guru sekolah minggu, berupa bantuan sosial berupa uang tunai dan BPJS Ketenagakerjaan untuk mendapatkan perlindungan dari pekerjaan mereka. Untuk di Kabupaten Nunukan kuotanya sebanyak 2.000 orang.

Baca Juga :  2.394 Pelaku Pembinaan Agama di Nunukan Diberikan Bantuan Rp 600 Ribu Per Orang

Menurut Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura hafid, imam masjid, khotib, guru ngaji, guru sekolah minggu dan pendeta yang selama ini begitu tekun dan ikhlas dalam membina masyarakat di Kabupaten Nunukan. Agar selalu menjaga kerukunan dan toleransi antar umat beragama yang telah terjalin dengan baik selama ini.

“Jangan mudah terpancing dan terprovokasi oleh ulah dan tindakan dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab, yang hanya ingin menimbulkan situasi rusuh dan perpecahan di tengah masyarakat Kabupaten Nunukan,” sebutnya.

Baca Juga :  DPRD Nunukan Sepakat Pilih Rancangan Dapil Pertama

“Kita akan mengakomodir mereka dengan data yang sudah masuk seperti bantuan pembiayaan BPJS Ketenagakerjaan mereka, agar bisa bermanfaat,” jelasnya.

Baznas akan membantu bagian muslim sedangkan pemerintah daerah bagian Kesra membantu non muslim, jadi ada pembagian. Ini menunjukkan pemerintah sangat peduli dengan hal-hal seperti ini bentuk kepedulian pemerintah ke masyarakat. (*)

Reporter: Darmawan

Editor: Matthew Gregori Nusa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ten − 10 =