benuanta.co.id, TARAKAN – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tarakan melakukan evaluasi untuk Unit Pelayanan Publik (EUPP) yang mengecilkan jumlah pelayanannya.
Kepala KPP Pratama Tarakan, Gerrits Parlaungan Tampubolon mengatakan sejak tahun lalu terdapat 153 layanan yang kini dikurangi jumlahnya menjadi 135 layanan.
Menurutnya, pelayanan saat ini sudah lebih mudah dalam artian pelayanan tak harus terbagi-bagi.
“Kita ada layanan yang wajib diberikan untuk kantor layanan seperti KPP Pratama ada sebanyak 83 layanan. Kalau 135, dipadatkan supaya lebih efektif dan efisien untuk wajib pajak,” katanya, Senin (12/9/2022).
Ia menguraikan terdapat inovasi layanan kemudahan kepada perusahaan terkait. Mulai dari layanan komprehensif, tahun ini diberi nama Si Lebah.
Si Lebah merupakan layanan berbasis aplikasi menggunakan barcode, untuk mencari aturan hingga mencari kebutuhan informasi. Di dalamnya meliputi call center dan call representatif KPP Pratama.
“Sistemnya one stop service, semua informasi yang dibutuhkan ada, dengan Si Lebah ini kami harapkan wajib pajak yang berurusan dengan kami tinggal masuk layanan,” urai dia.
Tak hanya itu terdapat juga jemput bola untuk wajib pajak (WP). Hal ini pihaknya lakukan dikarenakan masih adanya WP yang enggan ke kantor pajak dengan sejumlah alasan. Meskipun saat ini sudah ada kantor layanan di Nunukan dan Pos di Sebatik.
“Komitmen kami, tidak akan keluar dari standar layanan yang harusnya kami berikan. Begitu keluar dari layanan, maka orang yang mendapatkan layanan minor akan kami tempel terus supaya tidak mengalami kejadian serupa,” tegasnya.
Lebih jauh Gerrits menerangkan, layanan KPP Pratama Tarakan, hampir sepenuhnya telah berbasis online. Pihaknya ingin membiasakan mengubah pola pikir masyarakat untuk lebih maju dan berubah ke basis digital.
“Si Lebah yang melalui whatshapp itu, ada call centernya dan sudah banyak terlayani,” tandasnya. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Yogi Wibawa







