BBM Mahal, Pembangkit Listrik Mikrohidro Jadi Alternatif Masyarakat Lumbis Hulu

benuanta.co.id, NUNUKAN – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) juga dirasakan oleh masyarakat wilayah perbatasan khususnya Kecamatan Lumbis Hulu. Pembangkit listrik mikrohidro jadi alternatif untuk penerangan di perbatasan.

Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) adalah teknologi yang memanfaatkan debit air yang ada di sekitar untuk diubah menjadi energi listrik.

Untuk diketahui, PLTMH memanfaatkan debit air untuk menggerakkan turbin yang akan menghasilkan energi mekanik. Selanjutnya, energi mekanik ini menggerakkan generator dan menghasilkan listrik. Hal itu juga akan dilakukan di Kecamatan Lumbis Hulu.

Baca Juga :  Rutin Lakukan Sidak Kamar Hunian, Sipir Temukan Satu Pisau Rakitan

Camat Lumbis Hulu Justinus mengatakan, PLTMH jadi alternatif mereka, karena ini merupakan dampak dari kenaikan BBM di Indonesia, termasuk di wilayahnya. PLTMH baru dimulai dengan uji coba secara swadaya masyarakat.

Mengingat masyarakat selama ini hanya mengandalkan mesin pribadi atau genset, namun tidak semuanya masyarakat memiliki genset. Dengan adanya listrik Mikrohidro kedepannya akan bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar.

Baca Juga :  Kejari Nunukan Sita Uang Tunai Rp 600 Juta dari Direktur PT KCI

“PLTMH ini menggunakan air, karena pakai dinamo yang 3 kilogram, maka sekitar 5 rumah bisa tertampung hanya untuk penerangan. Tidak digunakan untuk elektronik seperti TV dan alat elektronik lainnya. Hanya bisa digunakan untuk charge handphone,” kata Justinus kepada benuanta.co.id, Senin (12/9/2022).

Lanjut dia, masih ada kekurangan seperti pipa yang ukuran 3 inci, agar putaran dinamonya lebih kencang, karena saat ini memakai pipa setengah inci saja, jadi debit air dari gunung masih kecil dan kurang kuat.

Baca Juga :  Dua Senjata Peninggalan Konfrontasi RI-Malaysia 1963 Diserahkan Masyarakat ke Satgas Pamtas

“Insya Allah bisa beroperasi jika ada pipa dan aliran air yang besar, kita hanya menggunakan alat seadanya. Agar bisa menerangi seluruh rumah warga sekitar 200 rumah itu diperkirakan memakai dinamo yang ukuran 10 kva,” tutupnya. (*)

Reporter: Darmawan

Editor: Matthew Gregori Nusa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

15 − 8 =