oleh

Anak Bunuh Ibunya dengan 10 Kali Tikaman

 

benuanta.co.id, TARAKAN – MS (33) pelaku penikaman ibu kandungnya di Juata Laut kini telah diamankan polisi tadi malam. Polsek Tarakan Utara membenarkan kejadian pada Sabtu (10/9) petang.

“Kejadiannya magrib, waktunya jam 6 lebih, waktu salat atau lainnya kita belum periksa saksi-saksi lain,” jelas Kapolsek Tarakan Utara AKP Kistaya, S.Sos.

Kistaya menuturkan terdapat sejumlah luka tusukan di sekujur tubuh korban yang diketahui SL (59) beralamat di Jalan P. Aji Iskandar RT 11 Kelurahan Juata Laut Kota Tarakan.

Saat dikonfirmasi apakah benar sebanyak 10 luka tusukan yang diduga menggunakan senjata tajam, pihak kepolisian membenarkan hal itu.

“Hasil visum memang belum keluar tapi dia ya luka tusukan, iya (10 kali tusukan) di sekujur tubuh, luka tusukan di tubuh, ” jelas Kistaya pada Ahad (11/9).

Korban, menurut informasi tidak dibawa ke rumah sakit untuk menjalani visum, sehingga pihak kepolisian berinisiatif mendatangkan dokter untuk melakukan visum terhadap korban SL.

“Visum semalam itu alot sekali dari Isya sampai mau jam 12, kita datangkan dokter ke rumah duka karena (korban) tidak boleh dibawa ke rumah sakit,” ucapnya.

Dugaan pelaku MS mengidap penyakit jiwa menurut pengakuan pihak keluarga dan tetangga korban, masih akan didalami pihak kepolisian.

“Dia kan kronologisnya gangguan jiwa menurut tetangga, ini masih kita buktikan, dugaan sementara gangguan jiwa, sama keluarganya juga begitu tapi kan kenyataannya kita belum tahu,” terang Kistaya.

Apakah untuk membuktikan pelaku MS gangguan jiwa polisi akan melibatkan ahli psikologis. Menurut Kistaya, pihaknya masih menangani kasus tersebut. Jika terjadi hambatan dalam pemeriksaan kejiwaan pelaku tidak menutup kemungkinan petugas kesehatan dilibatkan.

“Ya kita periksa dulu di kita kalau kita ada kesulitan baru kita dengan psikolog untuk pemeriksaan psikologis dan dokter, kan begitu,” ucapnya.

Motif pelaku menghabisi korban belum diketahui karena masih dalam penyelidikan polisi. Hingga berita ini diterbitkan, polisi belum memeriksa saksi-saksi karena keadaan keluarga korban masih berduka. (*) 

Editor : Ramli/Nicky Saputra 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

10 + 4 =