oleh

Hasbudi Dituntut 3 Tahun, JPU Nilai Terdakwa Tidak Kooperatif

benuanta.co.id, BULUNGAN – Sempat tertunda, pembacaan tuntutan terhadap perkara Illegal Mining dengan terdakwa Hasbudi hari ini dilanjutkan. Persidangannya masih melalui virtual yang dilaksanakan di berbagai tempat, untuk terdakwa berada di Rutan Polres Bulungan, jaksa penuntut umum (JPU) berada di Kejaksaan Negeri Bulungan dan majelis hakim di Pengadilan Negeri Tanjung Selor.

JPU Kejari Bulungan, Rahmatullah Aryadi mengatakan terdakwa telah terbukti bersalah melanggar Pasal 158 juncto pasal 35 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba) juncto Pasal 55 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) atau Pasal 158 juncto Pasal 35 ayat 1 UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Minerba juncto Pasal 56 ayat 1 KUHAP dan pasal 161 UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Minerba juncto Pasal 55 ayat 1 KUHAP.

“Sesuai Pasal 197 ayat 1 huruf f KUHAP, hal-hal yang memberatkan terdakwa tidak mengakui dan tidak menyesali perbuatannya. Terdakwa merupakan amanat kepolisian yang seharusnya justru dapat mencegah atau menanggulanginya kegiatan ilegal, namun justru terdakwa terlibat. Hal-hal yang meringankan itu tidak ada,” ucap Rahmatullah Aryadi, Rabu 7 September 2022.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana, JPU Kejari Bulungan pun menuntut terdakwa Hasbudi, pertama terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pertambangan tanpa IUP, IPL atau IPK.

“Kedua menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 3 tahun, pidana denda sebesar Rp 2 miliar Subsider 6 bulan kurungan,” sebutnya.

Lalu menyatakan barang bukti beberapa item berupa handphone dan flask disk dirampas untuk negara, beberapa dokumen yang berkaitan dengan pertambangan emas di Sekatak.

Ketua Majelis Hakim Khairul Anas yang memimpin jalannya persidangan meminta kepada terdakwa Hasbudi yang didampingi penasihat hukumnya, Syafruddin untuk mengajukan pembelaan terhadap tuntutan yang disampaikan oleh JPU.

Terdakwa Hasbudi pun menyanggupi akan melakukan pembelaan, untuk itu Majelis Hakim pun memberikan waktu selama 1 pekan sejak tuntutan dibacakan.

“Sidang kita tunda dan dilanjutkan pada tanggal 14 September 2022 dengan agenda pembelaan terdakwa dan penasihat hukumnya,” pungkasnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Matthew Gregori Nusa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

13 − 11 =