benuanta.co.id, NUNUKAN – Setelah mahasiswa di Tarakan geruduk kantor DPRD Tarakan kemarin, hari ini menyusul aksi demonstrasi oleh Aliansi Mahasiswa Nunukan (AMANKAN) geruduk Kantor DPRD Kabupaten Nunukan sebagai reaksi atas kenaikan bahan bakar minyak (BBM) yang diumumkan pemerintahan Jokowi pada 3 September 2022 lalu.
Harga Pertalite resmi dinaikkan menjadi Rp 10.000 per liter dari Rp 7.650 per liter, harga Solar naik menjadi Rp 6.800 per liter dari Rp 5.150 per liter, dan Pertamax naik menjadi Rp 14.500 per liter dari Rp 12.500 per liter.
Terpantau di lokasi oleh benuanta.co.id, puluhan mahasiswa menyampaikan orasi di depan gerbang pintu masuk kantor DPRD Nunukan bahkan di depan pintu masuk ban terlihat dibakar oleh Aliansi Mahasiswa Nunukan.
Jendral Lapangan, Muhammad Yusuf dalam orasinya mengatakan akan terus melakukan orasi menuntut agar mendapatkan tanggapan dari DPRD Nunukan.
“Kami mau wakil rakyat yang berhadapan langsung dengan kami, bukan aparat keamanan,” tegas Yusuf dalam orasinya pada Selasa pagi, (6/9/2022).
Aksi demonstrasi mahasiswa tidak hanya di Kaltara, sejumlah daerah di Indonesia telah melaksanakan demo menolak sikap pemerintah pusat menaikkan harga BBM dan mencabut BBM bersubsidi.(*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Ramli







