Ditemukan Tak Bernyawa, ZA Diduga Jatuh saat Bermain Sembunyian di Selumit

benuanta.co.id, TARAKAN – Seorang anak laki-laki ZA (6) ditemukan tak bernyawa di kolong rumahnya yang beralamat di Belakang BRI Kelurahan Selumit Pantai RT 28 RW 02 sekitar pukul 22.20 malam tadi.

Ketua RW 02, Rusli menjelaskan awalnya, ZA bermain sembunyian bersama kakaknya sekira pukul 18.30. Kakaknya pun sempat memanggil ZA yang posisinya berada di samping rumah untuk masuk ke dalam rumah. Namun, ZA hanya menoleh dan tak menghiraukan panggilan kakaknya.

“Jadi kakaknya masuk kembali ke dalam rumah, pas dia keluar lagi tidak ada sudah anak itu (ZA), karena pada saat itu kan magrib jadi orang-orang kan tidak di luar,” jelasnya saat ditemui, Selasa (30/8/2022).

Baca Juga :  Awas! Merokok di Jalan Bisa Kena Denda Loh

Rusli melanjutkan, ia bersama warga lainnya tak tinggal diam dan terus melakukan pencarian terhadap ZA. Pihak warga juga sempat melakukan ritual kepercayaan untuk mengetahui keberadaan ZA, namun hasilnya nihil.

“Namanya kepercayaan juga kami disuruh cari di sekitaran masjid dan di sekitar rumahnya, katanya di laut juga tidak ada jadi kami bingung,” lanjutnya.

Sekitar pukul 21.00 pihaknya melaporkan ke Kelurahan dan juga mengumumkan hilangnya ZA di masjid. Pada saat itu kondisi air sedang pasang dengan ketinggian kurang lebih 2 meter.

Baca Juga :  Pelaku Tabrak Lari di Selumit Diamankan, Ternyata Masih di Bawah Umur

“Ketemunya jam 10 lewat 20 menit tadi malam, banyak orang juga mencari semalam ada sekitar 200 orang, jadi kami inisiatif untuk menyenter ke bawah kolong rumah karena kita semua juga tidak tahu kan apakah jatuh atau bagaimana,” beber Rusli.

Saat ditemukan, kondisi ZA tersangkut di sela-sela kolong pondasi tepat di bawah rumahnya. Tak ada juga luka-luka disekujur tubuh ZA. Pihak wargapun meyakini bahwa ZA memang diduga terjatuh dan tak ada yang menolong.

Baca Juga :  Penyelidikan Laka Truk vs Motor Masih Terus Dilakukan

Untuk diketahui, pada saat kejadian hanya ada ayah dan kakak tiri ZA di dalam rumah.

“Kondisinya sudah tidak ada (meninggal) sekitar 3 jam setengah baru didapat, kita juga tidak bawa ke rumah sakit karena memang tidak ada sudah,” ungkapnya.

Kejadian ini, dikatakan Rusli telah terjadi berulang kali. Sebelumnya, terdapat pula anak-anak yang tenggelam saat air pasang di sekitar RT 28.

“Belum genap 100 hari kalau tidak salah adalagi kejadian begini,” tutupnya. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Matthew Gregori Nusa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *