benuanta.co.id, TARAKAN – Wilayah perairan sering kali dijadikan tempat untuk sindikat pelaku pengedar narkotika dalam mengelabui petugas. Sebagian besar pengungkapan sindikat ini dilakukan oleh tim gabungan di antaranya Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara bersama Badan Intelejen Daerah (Binda) Kaltara, Bea Cukai Tarakan, Polres Tarakan maupun Dit Polairud Polda Kaltara.
Direktur Polairud Polda Kaltara, Kombes Pol Bambang Wiriawan melalui Kasubdit Patroli Ditpolairud Polda Kaltara, AKBP Suryanto menerangkan segala informasi terkait narkotika pihaknya kembangkan. Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan dukungan berupa sarana untuk mengungkap sabu di perairan.
“Dalam pengungkapan kasus yang 1 kilogram itu leading sectornya di BNNP Kaltara, kami hanya mendukung sarana. Selebihnya, ada pengungkapan dari tertangkap tangan,” terangnya, Sabtu (27/8/2022).
Menurutnya, pelaku juga tahu menyoal pasang surutnya air laut. Sehingga juga menyulitkan pihaknya dalam mengungkap jaringan narkotika. Ia menuturkan terdapat beberapa daerah rawan yang juga menjadi pengawasan petugas saat ini.
“Baru-baru ini juga yang 5 gram sabu yang kami tangkap bersama Mabes Polri, di wilayah perairan Muara Nunukan. Pelaku diduga dari Sebatik, Nunukan dengan tujuan membawa sabu ke wilayah pertambakan yang ada di sekitar Pulau Bunyu dan Tarakan,” urainya.
Menurutnya, para pelaku juga memiliki informasi bak intelejen, misalnya tujuan sabu tersebut serta keadaan lokasi tujuan. Perwira melati dua tersebut melanjutkan pada pengungkapan sebelumnya pelaku memiliki buku tabungan dengan transaksi sebesar Rp50 juta yang diduga merupakan upah pelaku sebagai kurir.
“Tidak kecil kemungkinan pelaku juga memanfaatkan nelayan yang beraktivitas di laut. Kegiatan perikanan di wilayah Kaltara, seperti di wilayah pertambakan atau modus nelayan ini banyak yang diikuti dengan tindak pidana narkotika,” sebut dia.
Berkenaan dengan hal tersebut, pihaknya harus melakukan pendalaman lebih jauh termasuk mapping lokasi rawan di perairan Kaltara serta berkoordinasi dengan leading sektor dalam hal ini BNN. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor : Nicky Saputra







