Kapolda Kaltara dan ICMI Muda Bahas ALKI II, Investasi Jadi Atensi

benuanta.co.id, TARAKAN – Menyambangi Kapolda Kalimantan Utara (Kaltara), Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Muda Kaltara membahas urgensi dan potensi perairan Kaltara yang merupakan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II.

Bertemu langsung dengan Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si pada Selasa (23/08/2022), kunjungan tersebut sebagai bentuk rasa terimakasih ICMI Muda khususnya kepada Kapolda Kaltara yang berhasil meningkatkan pengawasan di daerah perairan Kaltara.

Dalam kunjungannya ke Mapolda, Ketua ICMI Muda Sakti Abi Mayu mengatakan, wilayah perairan Kaltara merupakan daerah ALKI II.

Baca Juga :  Tingkatkan Kualitas Budidaya, DKP Kaltara Bangun Kebun Percontohan Bibit Rumput Laut

Secara geostrategis, perairan itu terjadi pertemuan antara wilayah ASIA Pasifik, hingga semenanjung bagian benua Australia yang dihimpit oleh selat sulawesi dan selat bali.

“Daerah himpitan atau yang disebut selat sulawesi di Kaltara itu dapat meningkatkan pendapatan aerah dan nasional.” tutur Sakti kepada benuanta.co.id, Jumat (26/8/2022) di ruang kerja Kapolda.

Para cendekiawan muda ini menerangkan wilayah himpitan ini sering dilintasi oleh kapal barang, seperti kapal saudagar dari Filipina, Thailand, Taiwan, Vietnam, China bahkan Malaysia. Jika melintasi alur ALKI II, tentu akan lebih menarik apabila dibandingkan dengan selat lainnya, karena menurutnya akan mengurangi biaya operasional.

Baca Juga :  Peduli Korban Gempa di Cianjur, Gubernur Ajak ASN Berdonasi

Ide dan pembahasan strategis itu mendapat sambutan positif oleh Kapolda Kaltara Daniel Adityajaya. Kapolda mengatakan, apa yang disampaikan oleh ICMI Muda Kaltara itu sesuai dengan harapan.

Polda Kaltara kata Daniel menyebut proyeksi nasional mendatang tentu melibatkan daerah kemaritiman. Kemudian wilayah kemaritiman khususnya Kaltara juga menjadi perhatian bersama.

“Saya kira ini dapat membantu kelancaran arus insvestasi. Jika keamanan laut didalam negeri itu bisa dimaksimalkan, maka dengan mudah investor luar mau mendukung program KIPI, KIHI, dan PSN lainnya di wilayah Kaltara” tambahnya.

Baca Juga :  Sepanjang 2022, Ombudsman RI Kaltara Sukses 7 Kali Jemput Bola PVL

Daniel berharap, dengan hadirnya kebijakan baru yang mengaitkan persoalan ALKI II, maka wilayah perairan kaltara akan menjadi poros ekonomi maritim baru. “Diharapkan dapat dimaksimalkan dari sisi kontrol wilayah perairan di dalam Negeri tersendiri,” tutup Daniel. (*)

Reporter: Kristianto Triwibowo

Editor: Matthew Gregori Nusa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twelve + eight =