24 Orang Ikut Pelatihan dan Uji Assesor Kompetensi Tenaga Kerja Konstruksi

benuanta.co.id, BULUNGAN – Pemenuhan tenaga assesor kompetensi tenaga kerja konstruksi di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPR Perkim) Provinsi Kaltara melalui Bidang Bina Jasa Konstruksi tengah melaksanakan pelatihan dan uji assesor kompetensi tenaga kerja konstruksi.

Kepala Dinas PUPR Perkim Provinsi Kaltara, Datu Iman Suramenggala melalui Kepala Bidang Bina Jasa Konstruksi Dinas PUPR Perkim Kaltara, Korsiana ST mengatakan pelatihan tenaga assesor ini tengah berlangsung.

“Kami laksanakan melakukan pelatihan dan uji assesor ini di Kota Tarakan di mulai pada hari Senin tanggal 22 Agustus hingga Jumat 26 Agustus 2022,” ucap Korsiana, Kamis 25 Agustus 2022.

Dia menjelaskan pelatihan yang digelar selama 5 hari ini, para peserta mendapatkan materi yang dipaparkan dari Pusat Pembinaan Pelatihan dan Sertifikasi Mandiri (P3SM). Setelah pemaparan materi yang diikuti dari 24 orang yang berasal dari 5 kabupaten kota di Kaltara ini, semuanya akan diuji apakah layak atau berkompetensi mendapatkan sertifikasi sebagai assesor.

Baca Juga :  Tingkatkan Kualitas Budidaya, DKP Kaltara Bangun Kebun Percontohan Bibit Rumput Laut

“Untuk pengujiannya akan dilaksanakan pada hari Jumat 26 Agustus 2022, dimana sebelumnya selama 4 hari, ke 24 orang ini mendapatkan materi dari P3SM,” sebutnya.

Korsiana menuturkan pelatihan tenaga assesor ini dipersiapkan untuk melaksanakan pelatihan terhadap tenaga ahli konstruksi yang disebut sertifikat kompetensi kerja jasa konstruksi (SKK) yang mana sebelumnya bernama sertifikat keahlian (SKA).

Para pemegang SKK atau SKA ini memiliki kompetensi pada bidang konstruksi seperti ahli jalan dan jembatan, bangunan, perencanaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil serta bidang lainnya.

“Para tenaga assesor kita persiapkan untuk melakukan pelatihan bagi peserta SKA atau SKK nanti, di mana kuota tahun ini ada 130 orang,” paparnya.

Dia mengatakan pelatihan assesor ini kuotanya pada tahun 2022 sebanyak 24 orang. Sedangkan kuota untuk pelatihan tenaga ahli (SKA) atau yang kini disebut sertifikat kompetensi kerja jasa konstruksi (SKK) sebanyak 130 orang.

Baca Juga :  Siapkan Bibit Unggul, Gubernur dan DKP Kaltara Tebarkan 110 Ribu Benur di Desa Bebatu

“Untuk kuota assesor itu ada 24 orang se Kalimantan Utara ada dari Nunukan Tarakan dan Bulungan. Memang kami siapkan untuk itu, supaya nanti kalau ada perekrutan tenaga ahli atau SKA, maka assesor itulah yang mengassesment mereka, sehingga kita tidak perlu assesor dari luar lagi,” jelasnya.

Dia menuturkan Bidang Bina Jasa Konstruksi harus memiliki tenaga assesor sendiri, sebelumnya sudah ada. Hanya saja dengan regulasi terbaru maka assesor yang dikeluarkan oleh Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK), harus dialihkan ke assesor yang kini ditangani oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Kita harus punya sendiri, dulu kita punya assesor karena ada regulasi baru dari LPJK itu dipindahkan ke BNSP. Dulu LPJK yang menangani penerbitan sertifikasi sekarang itu BNSP. Sehingga mereka yang dulu di LPJK itu dipindahkan ke BNSP sehingga assesor yang lama harus ikut pelatihan di BNSP,” paparnya.

Baca Juga :  Siapkan Bibit Unggul, Gubernur dan DKP Kaltara Tebarkan 110 Ribu Benur di Desa Bebatu

Korsiana menambahkan, untuk tahun ini target SKA atau SKK yang dikeluarkan oleh bidangnya sebanyak 130 orang. Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya, pasalnya tahun lalu untuk penyelenggaraan sertifikasi masih terkendal oleh pandemi Covid-19.

Pelaksanaan pelatihan SKA ini sendiri akan digelar setelah pelatihan assesor telah selesai dilaksanakan. Pasalnya dari tangan 24 assesor inilah nantinya ke 130 orang yang ikut SKA akan dilatih dan diuji.

“SKA kami target 130 menyesuaikan anggaran juga untuk semua wilayah Kaltara. Tahun ini terbanyak, di tahun 2020 itu sempat mengadakan juga tapi karena pandemi Covid-19 maka tidak banyak, di tahun inilah yang banyak kita full kan target 130 orang. Pelaksanaannya di 5 kabupaten kota,” pungkasnya. (adv)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × 4 =