benuanta.co.id, TARAKAN – Hujan yang terjadi pada dini hari membuat masyarakat sedikit bernafas lega, karena dapat menampung air setelah kurang lebih hampir seminggu air PDAM tidak mengalir terutama untuk pelanggan yang ada di wilayah Tarakan Timur dan Tarakan Tengah sebagian.
Berdasarkan pantauan benuanta.co.id, saat ini air di Embung Binalatung Kampung Satu ada pada posisi pertengahan di lubang hisap. Namun, belum dapat beroperasi normal melayani 13 ribu pelanggan yang terdampak.
“Hari ini mungkin belum bisa produksi, itu masih separuhnya lubang hisab minimal lubang hisab tertutup full baru produksi,” kata Manager Produksi PDAM Tirta Alam Kota Tarakan, Eko Suranto, Rabu (24/8/2022).
Dikatakannya, saat ini juga air di Embung Binalatung masih butuh proses pengendapan agar air setelah hujan tidak terlalu keruh. Namun, jika harus beroperasi hari ini mungkin tidak semua pelanggan mendapat giliran pengaliran hari ini. Pihaknya juga masih menunggu air yang masih tinggal di hulu untuk turun ke penampungan Embung Binalatung.
“Kemarin kan sempat kosong sekali embungnya, makanya 2 jam hujan itu belum cukup. Mungkin kita coba, tapi tidak normal-lah hanya separuh pelanggan saja. Terutama yang jauh-jauh itu belum bisa, belum sampai airnya,” katanya.
Lebih lanjut Eko menjelaskan, bahwa air dalam kondisi saat ini kemungkinan hanya mampu bertahan selama 4 hari. Untuk mengantisipasi hal ini, skema bantuan air bersih melalui Tanki tetap pihaknya salurkan.
“Tinggal nanti misalnya pelanggan yang butuh mana silahkan ke PDAM, atau diantarkan gitu,” tukasnya. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Matthew Gregori Nusa







