benuanta.co.id, TARAKAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan memberikan peringatan dini agar masyarakat tidak membakar hutan dan lahan.
Kepada benuanta.co.id, Kepala BPBD Tarakan, Yonsep, SE.,MPA, menjelaskan bahaya kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla dapat terjadi bila adannya kelalaian.
Insiden itu, menurut BPBD sungguh mendatangkan kerugian besar. Karena itu, pihaknya meminta masyarakat yang memiliki lahan untuk berhati-hati melakukan aktivitas yang berbau dengan api.
Pihaknya berharap kejadian karhutla yang terjadi di RT 20 Kelurahan Juata Laut pada Sabtu (20/8/2022), tidak terulang kembali, apalagi di saat musim kemarau seperti ini.
“Kami BPBD meminta warga untuk tidak membakar lahan pada musim kemarau dan jika terpaksa membakar untuk kegiatan perkebunan, diharapakan dapat dibatasi atau dikumpul, serta dijaga sehingga tidak melebar lahan sekitarnya,” terang Kepala BPBD Tarakan, Yonsep, SE.,MPA, Ahad (21/8/2022).
Yonsep menjelaskan, saat musim kemarau biasanya diikuti angin kecang yang dapat menyebabkan api terbawa kelahan yang lain. Jika karhutla terjadi saat kemarau, dirinya menyebut sulitnya menjangkau bahan baku air bagi masyatakat atau petugas untuk memadamkan api.
BPBD Tarakan kata Yonsep telah menyajikan edukasi mitigasi karhutla melalui perangkat sosial medianya. Pihaknya mengajak masyarakat untuk menonton video pendek BPBD Tarakan di akun YouTube bertuliskan MATAGAPBA alias Masyarakat Tatakan Tanggap Bencana Alam.
“Terpenting adalah jangan meninggalkan sisa bakaran yang dapat mengakibatkan api bisa membesar. Mitigasi karhutla dapat dilakukan masyarakat yang sadar terhadap lingkungan, karena karhutla dapat mengakibatkan kerugian materi maupun nyawa,” tegasnya. (*)
Reporter: Kristianto Triwibowo
Editor: Yogi Wibawa







