oleh

Dugaan Pengeroyokan di Lapangan Futsal, Pelaku Sudah Teridentifikasi

benuanta.co.id, TARAKAN – Sebuah video viral beredar di dunia maya atas dugaan pengeroyokan yang dilakukan oleh sekelompok remaja pada Senin, 15 Agustus 2022 sore.

Berdasarkan informasi yang diterima tim benuanta di lapangan, terdapat dua korban dari dugaan pengeroyokan ini, salah satu di antaranya sempat dilarikan ke rumah sakit. Pengeroyokan ini terjadi di salah satu lapangan futsal yang ada di Pasir Putih.

Kapolres Tarakan, AKBP Taufik Nurmandia melalui Kasat Reskrim Polres Tarakan, IPTU Muhammad Aldi menjelaskan ia membenarkan terdapat laporan terkait pengeroyokan yang menimpa anak di bawah umur. Laporan ini pun dikatakan Aldi dibuat langsung oleh orang tua korban.

“Yang bersangkutan juga masih di bawah umur, untuk korban juga ada dua orang dan masing-masing terdapat luka yang hampir sama,” jelasnya, Kamis (18/8/2022).

Lebih lanjut Aldi menerangkan luka tersebut terdapat di kepala korban dan ada rasa sakit di area tubuh tertentu. Ia menegaskan saat ini pihaknya tengah menindaklanjuti perkara tersebut.

“Visum itu sudah dilakukan, kami juga sudah memeriksa beberapa saksi yang ada di lapangan juga dan semoga dengan cepat kita dapat pelakunya,” tegasnya.

Saat ini, pihaknya sudah mengantongi identifikasi yang mengarah ke beberapa pelaku. Namun, pihaknya masih tetap berada pada track penyelidikan.

Aldi menguraikan untuk motif sendiri pihaknya belum dapat memastikan apakah kejadian pengeroyokan tersebut akibat pertandingan futsal atau bukan. Sementara untuk korbannya sendiri masih berada dalam usia produktif sekolah.

“Kalau untuk pelakunya kita masih identifikasi apakah masih sekolah apa tidak, karena kalau dilihat dari videonya itu kan ramai dan banyak juga,” tuturnya.

“Kalau upaya mediasi ya tergantung dari hasil penyelidikannya, sementara para pelaku belum kita amankan karena ada teknis penyidikan kan yang kita laksanakan,” sambungnya.

Berdasarkan keterangan dari korban sendiri, keduanya tak mengetahui pasti siapa pelaku yang mengeroyoknya. Karena pada waktu kejadian, suasana yang membabi buta sehingga sulit mengenali pelaku.

“Intinya pelakunya sudah kita identifikasi,” tutup Aldi.(*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

19 − 5 =