Terjadi Peningkatan Aktivitas di Sekitar KIPI, Polda Kaltara Tingkatkan Pengamanan

benuanta.co.id, BULUNGAN – Dalam percepatan pembangunan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) di Kecamatan Tanjung Palas Timur yang dibahas bersama Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves). Tidak hanya Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang dan Bupati Bulungan, Syarwani yang hadir memenuhi undangan.

Kapolda Kaltara, Irjen Pol Daniel Adityajaya juga hadir bersama Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo. Banyak hal yang dibahas, salah satunya terkait progres dan perizinan, namun tak kalah penting adalah pengamanan pembangunan KIPI.

Irjen Pol Daniel Adityajaya mengatakan jika pengamanan terhadap proyek strategis nasional (PSN) ini telah dilakukan sejak awal, yakni ketika dilakukan groundbreaking pada bulan Desember 2021 lalu. Presiden Joko Widodo pun meminta agar TNI Polri dan pemerintah daerah untuk mengawal secara detail kawasan tersebut agar kondusif dan aman.

“Pengamanan KIPI dari kami Polda Kaltara itu telah dilakukan sejak groundbreaking,” ujarnya kepada benuanta.co.id, Rabu 17 Agustus 2022.

Dia mengatakan, jika pengamanan sebelumnya masih berskala kecil, namun dengan adanya peningkatan aktivitas di Kecamatan Tanjung Palas Timur khususnya di 2 desa yakni Desa Tanah Kuning dan Mangkupadi, pengamanan akan ikut ditingkatkan.

“Meskipun pengamanannya dari tingkat rendah, sekarang akan mulai meningkat seiring meningkatnya aktivitas semakin hari, minggu dan bulan semakin banyak,” tuturnya.

Untuk kendala seperti gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) untuk wilayah KIPI secara umum belum ada masalah yang berarti. Untuk itu pihaknya akan lebih giat dan intens untuk memantau dan memberikan pemahaman kepada masyarakat.

“Ada beberapa hal yang masih kecil, ini saya rasa perlu pemahaman kepada masyarakat, untuk itu kita akan terus berkomunikasi,” paparnya.

Biasanya dalam satu pembangunan terlebih PSN, permasalahan lahan yang kerap muncul di permukaan. Namun dalam pantauannya, selama ini belum ada masalah karena sebelumnya telah dilakukan komunikasi.

“Permasalahan lahan saya rasa tidak ada masalah, ada beberapa perbedaan persepsi masyarakat tapi secara umum masih aman,” pungkasnya. (adv)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Matthew Gregori Nusa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × 2 =