oleh

Bupati Nunukan Laura Ajak Batalyon Infanteri 621/Manuntung Saling Bahu Membahu

benuanta.co.id, NUNUKAN – Sebanyak 450 personil Batalyon Infanteri 621/Manuntung tiba di pelabuhan Tunon Taka Nunukan menggunakan kapal KRI Teluk Lampung 540, dan sandar sekira pukul 16.24 Wita, Senin, 15 Agustus 2022.

Kedatangan merekapun disambut oleh Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid, bersama dengan Komandan Kodim 0911 Nunukan Letkol Inf Albert Frantesca, Kapolres Nunukan AKBP Ricky Hadiyanto, komandan Lanal Nunukan Letkol Laut (P) Arief Kurniawan Hertanto, Komandan Satgas Pamtas Yonarmed 18/Komposit Buritkang, Letkol Arm Yudhi Ari Irawan dan beberapa Forkopimda di Nunukan.

Bupati Nunukan menyampaikan beberapa pesan dan permasalahan yang ada di Kabupaten Nunukan kepada Yonarmed Batalyon Infanteri 621/Manuntung, saat ini pemerintah pusat hingga ke daerah terus berupaya untuk melakukan pembangunan infrastruktur guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Peningkatan infrastruktur di perbatasan tentunya patut diapresiasi, namun itu semua tidak boleh lengah karena faktor keamanan dan kedaulatan negara tetap harus diperhatikan, sehingga penguatan personil prajurit pengamanan perbatasan adalah sebuah langkah strategis dalam menjaga kedaulatan negara.

Permasalahan pengamanan perbatasan, pengamanan tata batas atau patok batas antar negara perlu dijaga sebagai penegakan supremasi hukum dan kedaulatan wilayah NKRI. Pengamanan lalu lintas keluar masuk orang, terutama Tenaga Kerja Ilegal (TKI) termasuk kemungkinan adanya jaringan terorisme.

Apalagi pengamanan lalu lintas keluar masuk barang yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku terutama masalah Narkoba. Penanganan masalah ilegal logging, ilegal fishing dan sumberdaya alam lainnya.

Tantangan kondisi geografis yang menghambat terbukanya akses ke wilayah terpencil terutama di kecamatan Lumbis Ogong, kecamatan Lumbis Pansiangan, dan kecamatan lumbis hulu serta 5 kecamatan di dataran tinggi krayan.

“Kami dengan senang hati dan dengan tangan terbuka menerima apabila satgas pamtas RI Malaysia Yonif 621/Manuntung akan memiliki program dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Selain sangat membantu masyarakat, saya percaya hal tersebut juga akan dapat mengeratkan hubungan dan silaturahmi TNI dengan masyarakat, sehingga kemanunggalan TNI dan rakyat akan terwujud nyata,” kata Laura.

Selain itu, dia juga mengajak personel Batalyon Infanteri 621/Manuntung untuk saling bahu membahu, menyatukan gerak dan langkah dalam penanganan permasalahan wilayah perbatasan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing, sehingga terjalin harmoni yang lebih baik diantara semua komponen yang ada di Kabupaten Nunukan dalam rangka memperjuangkan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (*)

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

12 + 4 =