oleh

15 Hari Beroperasi, TPS 3R Sebengkok Menuai Polemik

benuanta.co.id, TARAKAN – Hadirnya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Reduce, Reuse Recycle (3R) yang ada di Kelurahan Sebengkok menuai pro dan kontra dari masyarakat. Khususnya RT 18 dan 19.

Berdasarkan informasi yang dihimpun benuanta.co.id, TPS 3R itu mulai beroperasi sejak 1 Agustus 2022 lalu. Namun kehadirannya menuai polemik dari masyarakat yang tidak pernah mendapatkan penjelasan maupun sosialisasi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan.

Maryam, salah satu warga RT 18 Kelurahan Sebengkok menyampaikan sejak awal kehadiran TPS tidak diinginkan warga. Bukan tanpa sebab, jam operasional yang tidak sesuai menjadi permasalahan oleh warga.

Bahkan jauh sebelum TPS itu berdiri, beberapa surat yang telah dilayangkan oleh warga yang menolak hadirnya TPS di lokasi tersebut tidak direspon oleh Pemkot maupun DPRD Tarakan.

“Waktu itu kami ke lurah sampai ke ketua dewan juga, tapi katanya nanti dipelajari. Kami seperti di pimpong ke sana dan ke sini,” ujar Maryam, Senin (15/8/2022).

Sejak dioperasikannya TPS itu hingga hari ini, pengelolaan sampah tak seperti yang dijanjikan oleh pemerintah. Sebab, TPS tersebut tetap menimbulkan aroma tak sedap. Terlebih lagi, banyak sampah yang berceceran tepat di samping rumah Maryam.

“Kemarin itu tidak dibersihkan, tidak disiram, katanya tidak ada air. Ya ini kalau sekarang sudah di bersihkan tapi baunya masih tetap ada. Kami (warga) tidak dilibatkan pas pendirian itu, padahal banyak semuanya juga tidak setuju, cuma ada warga belakang yang tanda tangan setuju. Kalau setuju dekat rumah mereka saja, biar mereka hirup juga bau sampahnya,” urainya.

Diketahui waktu pengoperasian TPS tersebut dilakukan mulai Senin hingga Sabtu setiap pukul 06.00 – 10.00 dan 14.00-16.00. Namun, Maryam menyebut jadwal tersebut tidak dipatuhi sehingga masih ada warga yang membuang sampah di luar jam operasional.

“Ada waktu itu mobil plat merah (mobil dinas) membuang sampah, pas kami tanya ternyata orang Kelurahan Kampung Satu. Terus juga pas baru awal berdiri sudah ada musibah karena posisinya di turunan gunung, motor sampah mau belok ada mobil dari atas,” sebutnya.

Merasa dirugikan, ia bersama warga lainnya telah mengadukan persoalan ini ke Ombudsman Perwakilan Kaltara.

Terpisah, Lurah Sebengkok, Syahril Alamsyah menerangkan sistem pengelolaan sampah daur ulang di TPS 3R bercampur dengan sampah rumah tangga lainnya. Terlebih transfer depo sampah yang ada di Sebengkok Waru sudah tidak beroperasi lagi. Ditambah lagi, sosialisasi yang dilakukan oleh pihaknya selama ini belum maksimal.

“Secara lisan (sosialisasi) memang belum, tapi pemberitahuan secara tertulis akan kami sampaikan, lewat masjid juga supaya masyarakat paham,” terangnya.

Lanjut Syahril, sebelum sampah sampai ke TPS 3R, Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang akan mengambil sampah di rumah warga. KSM juga yang menyampaikan informasi mengenai TPS 3R tersebut. Pemilahan sampah di TPS 3R tersebut di antaranya diolah menjadi pupuk yang produksinya bisa mencapai 2 ton dalam dua pekan.

Perihal jadwal yang tidak teratur serta depo yang saat ini ditutup, pihaknya mengaku masih ada warga yang sembunyi-sembunyi dalam membuang sampah. Bahkan membuang di lokasi yang bukan tempat sampah. Syahril menegaskan guna mengantisipasi masalah serupa, pihaknya akan menjadwalkan piket penjagaan.

“Kami berharap dari Satpol PP untuk mengatur. Sampai saat ini mereka membantu dalam bentuk mobil saja, patroli. Tapi hanya satu jam, terus tinggalkan dan kosong. Sedangkan yang buang sampah tidak tahu jam berapa,” tandasnya. (*)

Reporter : Endah Agustina

Editor: Yogi Wibawa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

18 + eleven =